JAKARTA. Keputusan Kementerian Pertanian (Kemtan) menutup total izin impor jagung mulai tahun 2017 membuat industri pakan ternak di dalam negeri harus memutar otak agar bisnisnya tetap berjalan. Salah satunya adalah dengan membangun infrastruktur mesin pengering jagung dan gudang penyimpanan jagung. Selama tahun 2016, industri pakan telah menyerap panen jagung lokal sebanyak 4,2 juta ton atau lebih tinggi dari tahun 2015 yang sebanyak 4 juta ton. Volume penyerapan sebanyak itu perlu diikuti pembangunan infrastruktur pasca panen. Dengan begitu, hasil panen bisa dimanfaatkan maksimal untuk jangka waktu produksi yang lebih lama. Tahun ini, ada tiga perusahaan pakan yang akan membangun gudang baru. Mereka itu adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, dan PT Cheil Jedang Superfeed (CJ Superfeed).
Perusahaan pakan rame-rame membangun infrastruktur
JAKARTA. Keputusan Kementerian Pertanian (Kemtan) menutup total izin impor jagung mulai tahun 2017 membuat industri pakan ternak di dalam negeri harus memutar otak agar bisnisnya tetap berjalan. Salah satunya adalah dengan membangun infrastruktur mesin pengering jagung dan gudang penyimpanan jagung. Selama tahun 2016, industri pakan telah menyerap panen jagung lokal sebanyak 4,2 juta ton atau lebih tinggi dari tahun 2015 yang sebanyak 4 juta ton. Volume penyerapan sebanyak itu perlu diikuti pembangunan infrastruktur pasca panen. Dengan begitu, hasil panen bisa dimanfaatkan maksimal untuk jangka waktu produksi yang lebih lama. Tahun ini, ada tiga perusahaan pakan yang akan membangun gudang baru. Mereka itu adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, dan PT Cheil Jedang Superfeed (CJ Superfeed).