KONTAN.CO.ID - BERLIN. Pertumbuhan tenaga kerja sektor jasa Jerman kembali terjadi pada Agustus 2026. Ini terjadi setelah perusahaan menambah jumlah pekerja untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. Perkembangan tersebut didorong oleh peningkatan bisnis baru yang berlangsung selama dua bulan berturut-turut. Kendati begitu, aktivitas bisnis secara keseluruhan masih mengalami penurunan tipis. Arus bisnis baru meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada Agustus dan mencatat laju pertumbuhan yang lebih cepat. Penguatan tersebut sebagian berasal dari permintaan luar negeri.
Perusahaan jasa Jerman mencatat kenaikan bisnis ekspor baru untuk pertama kalinya sejak Februari. Laju pertumbuhan tercatat solid dan menjadi yang tercepat sejak Mei 2023. Phil Smith,
Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, menilai, kondisi aktivitas sektor jasa kini lebih stabil dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. “Kita jelas melihat gambaran yang lebih stabil terkait aktivitas bisnis di sektor jasa dibandingkan beberapa bulan lalu, dan ada alasan untuk optimistis terhadap indikator-indikator dasar permintaan dan ketenagakerjaan,” tutur Smith dalam rilis resmi, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Surplus Dagang Kanada Merosot Tajam, Ekspor Energi dan Logam Tertekan Smith menuturkan, peningkatan bisnis baru yang berkelanjutan menunjukkan membaiknya kondisi permintaan yang mendasar. Kondisi ini lantas mendorong perusahaan menambah tenaga kerja untuk pertama kalinya tahun ini. Peningkatan bisnis baru yang berkelanjutan mulai menciptakan tekanan terhadap kapasitas perusahaan. Ini tercermin dari kenaikan pertama, meski tipis, pada jumlah pekerjaan yang masih tertunda sejak Februari. Kondisi tersebut mendorong perusahaan jasa menambah tenaga kerja pada Agustus. Pertumbuhan lapangan kerja tersebut merupakan yang pertama sepanjang tahun ini, sekaligus menandai berakhirnya periode delapan bulan tanpa peningkatan jumlah pekerja. Laju penciptaan lapangan kerja juga menjadi yang tercepat sejak Oktober tahun lalu dan secara umum sejalan dengan rata-rata jangka panjang. Berkat perbaikan permintaan dan ketenagakerjaan, perusahaan jasa Jerman optimistis melihat prospek aktivitas bisnis dalam 12 bulan mendatang. Sentimen memang sedikit turun dibandingkan level tertinggi dalam lima bulan yang tercatat pada Juli, tetapi masih sedikit di atas rata-rata jangka panjang. Optimisme terhadap prospek aktivitas bisnis antara lain didorong harapan terhadap meredanya ketegangan global. Dengan kondisi permintaan yang mulai membaik dan tenaga kerja kembali meningkat, sektor jasa menunjukkan sejumlah tanda awal pemulihan.
Baca Juga: Kontraksi Sektor Jasa Prancis Makin Dalam, Permintaan Kembali Memburuk Kendati begitu, aktivitas bisnis sektor jasa di Jerman masih berada di fase kontraksi. Berdasarkan publikasi S&P Global, Kamis (3/9/2026),
purchasing managers’ index (PMI) sektor jasa Jerman tercatat berada di 49,7 pada Agustus, turun tipis dari 49,8 pada Juli. Kendati masih berada di fase kontraksi, realisasi PMI sektor jasa di Agustus merupakan level tertinggi dalam empat bulan. Sejumlah perusahaan yang disurvei menyebut kondisi keuangan yang lebih ketat, biaya yang tinggi, serta sikap konsumen yang secara umum masih enggan membelanjakan uang sebagai hambatan terhadap aktivitas bisnis. Namun, indikator permintaan menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Menurut Smith, perkembangan sektor jasa juga mulai memberikan harapan bahwa perbaikan yang terjadi di sektor manufaktur dapat segera diikuti oleh sektor jasa.