KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejumlah perusahaan startup di Amerika Serikat (AS) rame-rame berencana melantai di bursa saham. Target dana yang hendak dihimpun juga tak kalah main-main. Salah satunya DoorDash, penyedia aplikasi pengiriman makanan terbesar di AS. Dilansir dari Reuters, Rabu (9/12), perusahaan ini telah mematok harga penawaran saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) US$ 102 yang membuat valuasinya mendekati angka US$ 38 miliar. Dengan harga penawaran tersebut, DoorDash bakal meraup dana segar US$ 3,37 miliar atau sekitar Rp 47,2 triliun. IPO DoorDash yang akan digelar pekan ini akan jadi debut pasar saham AS terbesar tahun 2020. Aksi korporasi itu dilakukan perusahaan ini karena bisnis pengiriman makanan tengah mengalami lonjakan besar di tengah pandemi Covid-19.
Perusahaan startup Amerika ramai-ramai IPO
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejumlah perusahaan startup di Amerika Serikat (AS) rame-rame berencana melantai di bursa saham. Target dana yang hendak dihimpun juga tak kalah main-main. Salah satunya DoorDash, penyedia aplikasi pengiriman makanan terbesar di AS. Dilansir dari Reuters, Rabu (9/12), perusahaan ini telah mematok harga penawaran saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) US$ 102 yang membuat valuasinya mendekati angka US$ 38 miliar. Dengan harga penawaran tersebut, DoorDash bakal meraup dana segar US$ 3,37 miliar atau sekitar Rp 47,2 triliun. IPO DoorDash yang akan digelar pekan ini akan jadi debut pasar saham AS terbesar tahun 2020. Aksi korporasi itu dilakukan perusahaan ini karena bisnis pengiriman makanan tengah mengalami lonjakan besar di tengah pandemi Covid-19.