Pesan Haji Pemimpin Tertinggi Iran: Rezim Zionis di Ambang Kehancuran, Apa Artinya?
Selasa, 26 Mei 2026 15:28 WIB
Diperbarui Selasa, 26 Mei 2026 15:32 WIB
Oleh: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - TEHRAN — Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, menyampaikan pesan resmi kepada seluruh jemaah haji tahun 1447 H / 2026 M. Dalam manifesto komprehensif yang dirilis pada 9 Dzulhijjah 1447 (26 Mei 2026) melalui akun Telegram, ia menekankan esensi spiritual ibadah haji sebagai momentum migrasi dari kehidupan material menuju kehidupan bertauhid, sekaligus menegaskan sikap politik kawasan dan global Iran. Mojtaba Khamenei mengawali pesannya dengan merefleksikan makna filosofis ibadah haji. Menurutnya, kewajiban haji bukan sekadar ritual tahunan bagi mereka yang hadir di Tanah Suci, melainkan panggilan universal bagi seluruh umat Islam untuk mengenakan "ihram zikir abadi" dan konsisten melawan manifestasi setan di dunia modern.
Pesan tahun ini membawa nuansa emosional dan historis yang kuat. Sayyid Mojtaba memberikan penghormatan mendalam kepada pendahulunya, mendiang ayahnya yang juga Pemimpin Besar Ayatollah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei, yang ia sebut telah syahid di tangan kekuatan jahat dunia. Ia menyatakan bahwa bangsa Iran mengalami kebangkitan spiritual baru pasca-kesyahidan sang pemimpin. Dalam pesan tersebut, Sayyid Mojtaba memaparkan garis waktu perjuangan Iran yang bersenjatakan kalimat Allahu Akbar, mulai dari Revolusi Islam Iran 47 tahun lalu, Perang Pertahanan Suci 8 tahun melawan rezim Ba'ath Saddam Hussein, hingga konfrontasi militer terbaru: Tonton: Juda Agung Sebut Ada 3 Krisis Krisis Ekonomi! Apakah Indonesia Mengulang Krisis Perang Imposisi Kedua yakni Juni 2025 / Khordad 1404) ia mengklaim Keberhasilan Iran memberikan pukulan telak yang menyudutkan rezim Zionis dan menepis ambisi agresi Amerika Serikat. Adapun dalam Perang Imposisi Ketiga ia kembali mengklaim Kemenangan mutlak angkatan bersenjata Iran dan Front Perlawanan (khususnya di Lebanon) atas dua kekuatan militer AS-Zionis melalui keunggulan teknologi drone dan rudal. Pemimpin Iran juga menggarisbawahi bahwa urgensi aksi bara'at (pemutusan hubungan/penolakan terhadap kaum musyrik) pada musim haji kali ini jauh lebih krusial. Ia menyerukan agar yel-yel Down with America dan Down with Israel melampaui batas ritual formal mikaat dan menjadi gaung konsisten di kalangan pemuda serta kaum tertindas di seluruh dunia. "Rezim Zionis yang terguncang dan tumor kanker Israel kini tengah mendekati tahap akhir dari eksistensi mereka yang menyedihkan," tegas Sayyid Mojtaba, mengutip prediksi mendiang Pemimpin Besar Iran sepuluh tahun lalu bahwa Israel tidak akan bertahan melihat 25 tahun ke depan sejak prediksi itu diucapkan.
Menatap masa depan, Sayyid Mojtaba Khamenei mengundang seluruh pemerintah dan negara-negara Islam untuk mengedepankan persahabatan dan kerja sama yang tulus demi menyelesaikan problematika dunia Islam. Ia menegaskan bahwa roda waktu tidak akan berputar mundur. Kawasan Timur Tengah, menurutnya, tidak akan lagi menjadi tameng atau rumah aman bagi pangkalan militer Amerika Serikat, seiring dengan memudarnya pengaruh global negara adidaya tersebut. Di akhir pesannya, Imam Sayyid Mojtaba meminta kepada seluruh jemaah haji—khususnya jemaah asal Iran yang ia sebut memiliki tugas penting menyebarkan narasi kemenangan Perang Imposisi Ketiga—untuk memanjatkan doa demi persatuan ummat, pembebasan Palestina dan Masjidil Aqsa, serta percepatan kemunculan Imam Mahdi sebagai Juru Selamat Umat Manusia.