Pesan Kim Jong Un Lewat Kemunculan Putrinya: Senjata Nuklir Diwariskan ke Anak Cucu



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjadi pusat perhatian bersama ayah dan ibunya di acara-acara militer besar pada minggu ini. Beragam aksinya mampu mencuri perhatian, mulai dari berbagi minuman, menonton parade misil, dan makan bersama para komandan militer senior.

Reuters memberitakan, kehadiran putri Kim Jing Un telah menambah spekulasi bahwa dia bisa menjadi pemimpin - bahkan mungkin jabatan tertinggi itu sendiri - dalam kediktatoran turun-temurun negara bersenjata nuklir itu.

Pada Rabu (8/2/2023), dia muncul bersama Kim di parade militer besar-besaran, di mana media pemerintah menyoroti sang putri berbaris dengan Kim dan ibunya, Ri Sol Ju. Terlihat dia berbagi minuman jus dan saling berbisik satu sama lain saat mereka mengamati peristiwa tersebut.


Sehari sebelumnya, Ri dan putrinya sekali lagi menghadiri acara bersama Kim dalam acara makan malam untuk menjamu para komandan militer di perjamuan mewah dalam memperingati hari jadi yayasan tentara minggu ini.

"Sejauh yang kita tahu, Kim tampak hanya menyayangi anak kesayangannya. Tetapi semakin dia muncul, semakin terlihat bahwa dia dipersiapkan sepenuhnya untuk kepemimpinan atau setidaknya ada kemungkinan mengenai hal tersebut," jelas Mason Richey, seorang profesor di Universitas Studi Asing Hankuk di Seoul.

Baca Juga: Sebelas Rudal Nuklir Hwasong-17 Muncul dalam Parade Militer Korea Utara

Dia menambahkan, yang lebih jelas adalah pesan bahwa senjata nuklir negara itu diwariskan untuk anak cucu, dan sang putri merupakan bagian dari itu.

“Jadi cara lain untuk menandakan bahwa denuklirisasi benar-benar tidak masuk akal,” kata Richey.

Hingga kini, nama sang putri belum pernah sekali pun disebutkan namanya di media pemerintah Korea Utara sejak dia pertama kali terlihat menghadiri peluncuran misil bersama Kim tahun lalu.

Namun para pejabat intelijen Korea Selatan meyakini, nama sang putri adalah Ju Ae, sesuai yang diidentifikasi oleh mantan pemain bola basket Amerika Dennis Rodman. Seperti yang diketahui, Rodman pernah  menghabiskan waktu dengan keluarga Kim pada tahun 2013.

Rachel Minyoung Lee, seorang ahli Korea Utara dengan Jaringan Nuklir Terbuka yang berbasis di Wina, mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Ju Ae sedang dipersiapkan untuk kepemimpinan.

Baca Juga: Korea Utara Perkuat Kesiapan Perang, Ada Apa?

Akan tetapi, Lee setuju bahwa kehadirannya di acara-acara militer secara eksklusif menunjukkan tujuan utamanya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya pengembangan senjata yang berkelanjutan untuk keamanan generasi mendatang.

"Kepemimpinan Korea Utara mungkin harus menjelaskan mengapa negara harus terus berinvestasi dalam pertahanan nasional meskipun kondisi ekonomi memburuk," kata Lee. "Dan tidak ada propaganda yang lebih kuat daripada putri muda pemimpin untuk menyampaikan pesan itu."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie