KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono yang saat ini dipilih sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Juda dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, hari ini, Kamis (5/2/2026). Juda mengklaim pihaknya diminta oleh Presiden untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8%. Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu: Juda Agung Membenarkan Sudah Diminta Sejak Lama “Enggak, enggak ada arahan khusus. Tapi intinya dari Presiden untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Juda usai pelantikan. Selain itu, pihaknya juga diminta untuk membantu mencapai program pemerintah. Selain itu juga diminta memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter hingga riil. “Ini juga bagian menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelas Juda. Juda meyakini sinergi kebijakan ke depan akan lebih mudah dilakukan utamanya dengan Bank Indonesia (BI). Juda meyakini pihaknya yang sebelumnya memiliki pengalaman yang cukup di BI akan mempermudah sinergi kebijakan fiskal dan moneter. “Begitu juga Pak Thomas yang dulunya di otoritas fiskal kemudian di moneter. Jadi sinerginya antara dua kebijakan akan lebih baik dibanding kalau masing-masing di otoritasnya,” ungkapnya.
Pesan Presiden Untuk Juda Agung: Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono yang saat ini dipilih sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Juda dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, hari ini, Kamis (5/2/2026). Juda mengklaim pihaknya diminta oleh Presiden untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8%. Baca Juga: Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu: Juda Agung Membenarkan Sudah Diminta Sejak Lama “Enggak, enggak ada arahan khusus. Tapi intinya dari Presiden untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Juda usai pelantikan. Selain itu, pihaknya juga diminta untuk membantu mencapai program pemerintah. Selain itu juga diminta memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter hingga riil. “Ini juga bagian menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelas Juda. Juda meyakini sinergi kebijakan ke depan akan lebih mudah dilakukan utamanya dengan Bank Indonesia (BI). Juda meyakini pihaknya yang sebelumnya memiliki pengalaman yang cukup di BI akan mempermudah sinergi kebijakan fiskal dan moneter. “Begitu juga Pak Thomas yang dulunya di otoritas fiskal kemudian di moneter. Jadi sinerginya antara dua kebijakan akan lebih baik dibanding kalau masing-masing di otoritasnya,” ungkapnya.