KONTAN.CO.ID - Pesanan barang modal utama Amerika Serikat (AS) melonjak lebih tinggi dari perkiraan pada Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan belanja dunia usaha untuk peralatan masih kuat, didorong investasi besar-besaran pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pesanan barang modal nonpertahanan di luar pesawat, yang menjadi salah satu indikator utama belanja modal dunia usaha, meningkat 1,6% pada Agustus.
Baca Juga: Thailand Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2,5% pada 2027, Investasi Jadi Andalan Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,6% pada Juli yang juga direvisi naik, menurut data Biro Sensus Departemen Perdagangan AS pada Jumat (25/9/2026) dillansir dari
Reuters. Ekonom yang disurvei
Reuters sebelumnya memperkirakan pesanan barang modal inti tersebut hanya meningkat 0,5% pada Agustus, setelah sebelumnya dilaporkan tidak berubah pada Juli. Pengiriman barang modal inti yang menjadi komponen dalam perhitungan belanja peralatan dunia usaha pada produk domestik bruto (PDB) AS juga meningkat 0,6% pada Agustus. Angka tersebut melambat dibandingkan kenaikan 1,4% pada Juli. Belanja dunia usaha untuk peralatan telah mencatat pertumbuhan dua digit selama dua kuartal berturut-turut. Investasi agresif pada infrastruktur AI menjadi salah satu pendorong utama, sekaligus menopang aktivitas manufaktur dan perekonomian AS secara keseluruhan.
Baca Juga: Pendaftaran Ditutup, Ini 5 Kandidat Dirjen WHO, Ada Budi Gunadi Sadikin Namun, ekonom memperingatkan bahwa sektor manufaktur, terutama segmen yang tidak terkait langsung dengan AI, berpotensi menghadapi perlambatan. Kenaikan harga minyak, suku bunga dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang dapat meningkatkan biaya pembiayaan dan menekan aktivitas investasi dunia usaha. Data pesanan barang modal tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa investasi korporasi AS masih relatif kuat, meski perekonomian menghadapi tekanan dari biaya energi dan kondisi keuangan yang lebih ketat.