JAKARTA. Setelah ditinggal Kenwood Electronics Malaysia Sdn Bhd, produsen perakitan elektronik dan telepon seluler (ponsel) PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) belum berhasil mendapat klien baru. Rencana penambahan klien dari Taiwan yang sempat digadang-gadang, belum mendapat kata sepakat. Meski belum punya klien baru, namun PT Sat Nusapersada Tbk masih bisa menuai kenaikan pesanan perakitan dari klien yang sudah ada. "Investor dari Taiwan masih belum ada keputusan pasti, cuma merek yang sudah existing sedang membahas penambahan lini produksi," kata Smailly Andy Investor Relation PT Sat Nusapersada Tbk kepada KONTAN (2/3). Sayang, Andy enggan membeberkan detail penambahan produksi tersebut. Yang pasti, menurut Andy PTSN telah menyiapkan belanja modal alias capital expenditure tahun ini senilai Rp 100 miliar untuk menambah lini produksi termasuk renovasi pabrik di Batam. "Ada penambahan tiga lini produksi," kata dia.
Pesanan naik, Satnusa tambah mesin baru
JAKARTA. Setelah ditinggal Kenwood Electronics Malaysia Sdn Bhd, produsen perakitan elektronik dan telepon seluler (ponsel) PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) belum berhasil mendapat klien baru. Rencana penambahan klien dari Taiwan yang sempat digadang-gadang, belum mendapat kata sepakat. Meski belum punya klien baru, namun PT Sat Nusapersada Tbk masih bisa menuai kenaikan pesanan perakitan dari klien yang sudah ada. "Investor dari Taiwan masih belum ada keputusan pasti, cuma merek yang sudah existing sedang membahas penambahan lini produksi," kata Smailly Andy Investor Relation PT Sat Nusapersada Tbk kepada KONTAN (2/3). Sayang, Andy enggan membeberkan detail penambahan produksi tersebut. Yang pasti, menurut Andy PTSN telah menyiapkan belanja modal alias capital expenditure tahun ini senilai Rp 100 miliar untuk menambah lini produksi termasuk renovasi pabrik di Batam. "Ada penambahan tiga lini produksi," kata dia.