JAKARTA. Industri dana pensiun memang terbilang masih mini dibandingkan lembaga keuangan non-bank lainnya, seperti asuransi atau multifinance. Tengok saja, aset industri dana pensiun hingga akhir tahun lalu hanya sekitar Rp 130,1 triliun, atau sepertiga dari total aset industri asuransi nasional. Padahal, potensi untuk menjaring lebih banyak peserta dana pensiun cukup besar. Hasil riset Standard Chartered Bank menyebutkan, saat ini, baru 2,69 juta orang dari total 70 juta orang angkatan kerja yang tercatat menjadi peserta. Ketua Bidang Investasi Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Nur Hasan Kurniawan mengungkapkan, sebetulnya, industri dana pensiun terus berkembang dari tahun ke tahun. Dari sisi kepesertaan, rata-rata pertumbuhannya 9% per tahun. Hanya memang, pertumbuhannya tidak se-agresif industri non-bank lainnya.
Peserta dana pensiun hanya tumbuh 9% per tahun
JAKARTA. Industri dana pensiun memang terbilang masih mini dibandingkan lembaga keuangan non-bank lainnya, seperti asuransi atau multifinance. Tengok saja, aset industri dana pensiun hingga akhir tahun lalu hanya sekitar Rp 130,1 triliun, atau sepertiga dari total aset industri asuransi nasional. Padahal, potensi untuk menjaring lebih banyak peserta dana pensiun cukup besar. Hasil riset Standard Chartered Bank menyebutkan, saat ini, baru 2,69 juta orang dari total 70 juta orang angkatan kerja yang tercatat menjadi peserta. Ketua Bidang Investasi Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Nur Hasan Kurniawan mengungkapkan, sebetulnya, industri dana pensiun terus berkembang dari tahun ke tahun. Dari sisi kepesertaan, rata-rata pertumbuhannya 9% per tahun. Hanya memang, pertumbuhannya tidak se-agresif industri non-bank lainnya.