Peso Filipina Jadi Mata Uang Terkuat di Asia Kamis (5/2), Bagaimana Rupiah?



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar peso Filipina mencatat penguatan terbesar di kawasan Asia pada perdagangan Kamis (5/2/2026), di saat mayoritas mata uang regional bergerak terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, berdasarkan data pasar pada pukul 02.07 GMT, peso Filipina menguat 0,24% ke level 58,816 per dolar AS, menjadikannya mata uang Asia dengan kinerja harian terbaik.

Sebaliknya, sebagian besar mata uang Asia lainnya justru melemah tipis.


Baca Juga: Bursa Singapura Ngebut, Laba SGX Pecahkan Rekor

Yen Jepang turun 0,05% ke 156,93 per dolar AS, sementara dolar Singapura melemah 0,11% menjadi 1,274.

Dolar Taiwan turun 0,12% ke 31,615, won Korea Selatan melemah 0,18% ke 1.462,1, dan baht Thailand turun 0,16% ke 31,74 per dolar AS.

Rupiah Indonesia juga tercatat melemah 0,21% ke level 16.800 per dolar AS. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan paling dalam di antara mata uang Asia lainnya, turun 0,33% ke 3,942 per dolar AS.

Yuan China offshore relatif stabil dengan pelemahan tipis 0,03% ke 6,947 per dolar AS, sementara rupee India stagnan di level 90,435.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, kinerja mata uang Asia masih bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar sejauh ini, naik 2,89% dibandingkan posisi akhir 2025.

Baca Juga: Ada Apa dengan Harga Emas? Ini Penyebab Gejolak Terbarunya

Dolar Singapura juga menguat 0,94%, disusul yuan China yang naik 0,58%.

Sebaliknya, won Korea Selatan tercatat melemah 1,55% sepanjang tahun berjalan, diikuti baht Thailand yang turun 0,91% dan rupiah Indonesia yang melemah 0,77%.

Yen Jepang juga masih berada di zona negatif dengan penurunan 0,18% sejak akhir tahun lalu.

Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang sejumlah agenda global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dan perkembangan geopolitik, yang memengaruhi pergerakan dolar AS di pasar global.

Selanjutnya: Volume Ekspor Teh Hitam dan Hijau Turun 13% Jadi 28.000 Ton hingga November 2025

Menarik Dibaca: Naik 0,5%, IHSG Kembali Menguat Pada Awal Perdagangan Kamis (5/2)