Peso Filipina Melemah ke Level Terlemah dalam Sepekan



KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Mata uang Peso Filipina melemah ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Jumat sore, tertekan oleh kenaikan harga minyak dan pernyataan hati-hati dari gubernur bank sentral. Sementara itu, pasar saham Korea Selatan dan Singapura justru mencatatkan rekor tertinggi baru.

Peso turun 0,3% ke posisi terendah sejak 12 Februari, sehari setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini langkah yang sebagian besar telah diantisipasi pasar. 

Investor mencermati pernyataan gubernur yang menekankan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan bergantung pada seberapa cepat kepercayaan terhadap perekonomian pulih.


Baca Juga: Harga Emas Naik, Jumat (20/2), Investor Masih Tunggu Sinyal Arah Bunga The Fed

Radhika Rao, ekonom senior di DBS Bank, mengatakan pemangkasan suku bunga disertai panduan yang hati-hati, mencerminkan pemulihan yang lebih lemah dari perkiraan, indikator kepercayaan yang melunak, serta keterlambatan belanja pemerintah.

Meski demikian, peso masih menguat 0,4% sepanjang pekan ini dan berpotensi memutus tren pelemahan empat pekan berturut-turut.

Analis juga menyoroti lonjakan harga minyak sebagai faktor risiko bagi mata uang Asia, terutama peso, mengingat sebagian besar negara di kawasan merupakan importir bersih minyak. Harga minyak mentah Brent telah naik sekitar 10 dolar AS per barel sejak awal tahun, yang dinilai dapat membatasi prospek penguatan mata uang Asia. Tekanan depresiasi terhadap peso diperkirakan meningkat jika harga energi tetap tinggi.

Di kawasan lain, rupiah Indonesia sempat melemah 0,2% pada awal perdagangan sebelum kembali stabil. Pada hari yang sama, Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian dagang timbal balik yang mempertahankan tarif 19% Washington atas ekspor Indonesia.

Kesepakatan tersebut hadir setelah awal tahun yang cukup berat bagi pasar Indonesia. MSCI bulan lalu memperingatkan bahwa masalah transparansi dapat menyebabkan pasar saham Indonesia diturunkan statusnya menjadi “frontier”. Dua pekan lalu, Moody's juga memangkas prospek peringkat kredit Indonesia.

Sebagian besar mata uang Asia lainnya bergerak terbatas dan beberapa berada di jalur pelemahan mingguan. Dolar Singapura tercatat turun 0,6% sepanjang pekan ini, menuju kinerja mingguan terburuk sejak pertengahan November. Baht Thailand juga melemah 0,2% sejauh pekan ini.

Baca Juga: Tinggalkan Kebijakan Penghematan, PM Jepang Yakinkan Pasar Dengan Janji Fiskal

Di pasar saham, indeks utama Korea Selatan melonjak lebih dari 2% dan mencetak rekor tertinggi, dengan kenaikan mingguan mencapai 5,3%. Bursa Singapura naik hingga 0,5% dan juga menorehkan rekor baru, dengan penguatan 1,4% sepanjang pekan ini berpotensi menjadi kinerja terbaik sejak pertengahan Januari dan menandai sembilan pekan kenaikan beruntun.

Sementara itu, saham Thailand turun 1% pada perdagangan hari ini, namun masih berada di jalur kenaikan mingguan 3,4%, yang akan menjadi pekan keenam berturut-turut mencatat penguatan. Pasar saham di China dan Taiwan tutup pada Jumat karena libur Tahun Baru Imlek.

Selanjutnya: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Tuban Ramadan 2026 Lengkap

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Tuban Ramadan 2026 Lengkap