Peso Filipina Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia, Mayoritas Bergerak Sideways



KONTAN.CO.ID - Peso Filipina memimpin pelemahan di antara mata uang Asia pada Kamis (5/3/2026), sementara sebagian besar mata uang regional bergerak dalam kisaran terbatas terhadap dolar AS.

Baca Juga: Perusahaan Petrokimia Korsel YNCC Nyatakan Force Majeure, Imbas Blokade Selat Hormuz

Berdasarkan data perdagangan pukul 02:04 GMT, beberapa pergerakan utama termasuk:

  • Yen Jepang diperdagangkan di 156,77 per dolar, sedikit menguat dari 157,03 sehari sebelumnya.
  • Dolar Singapura stabil di 1,275, tidak banyak berubah dari sebelumnya.
  • Dolar Taiwan di 31,663, menguat tipis dari 31,695.
  • Won Korea Selatan tercatat 1.463,90 per dolar, nyaris stabil dibanding sebelumnya 1.462,9.
  • Peso Filipina melemah menjadi 58,424, menurun dari 58,335 sehari sebelumnya.
  • Ringgit Malaysia di 4,056, naik tipis dari 3,934.

Jika dibandingkan dengan akhir 2025, peso Filipina melemah 0,6% terhadap dolar, sementara won Korea Selatan menguat 1,6% sejak awal tahun.

Baca Juga: China Bangun “Masyarakat Ramah Kelahiran”, Perkuat Sistem Jaminan Sosial

Yen Jepang relatif stabil, sedangkan yuan China menguat 1,4% sejak awal tahun di tengah kebijakan stabilisasi dan penguatan yuan yang diumumkan Beijing.

Para analis mencatat pergerakan terbatas ini mencerminkan ketidakpastian di pasar keuangan Asia seiring konflik Timur Tengah yang menekan sentimen dan memicu permintaan safe-haven terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang regional saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik, harga energi global, dan data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang memengaruhi ekspektasi suku bunga.