Peso Filipina Tertekan Paling Dalam, Rupiah Menguat Tipis terhadap Dolar AS



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar mata uang Asia bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam di kawasan, sedangkan rupiah menguat tipis di tengah tekanan terhadap sejumlah mata uang regional.

Mengutip data Reuters pada pukul 02.21 GMT, peso Filipina melemah 0,22% menjadi 63,166 per dolar AS, dari posisi sebelumnya 63,03 per dolar AS.

Won Korea Selatan menyusul dengan pelemahan 0,09% ke level 1.327,36 per dolar AS. Dolar Taiwan turun 0,06% menjadi 32,635, sedangkan yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,05% menjadi 158,24 yen dan 1,278 dolar Singapura per dolar AS.


Baca Juga: Pengangguran Anak Muda China Turun Jadi 18% pada September 2026

Baht Thailand juga terkoreksi 0,05% menjadi 33,62 per dolar AS. Sementara itu, yuan China melemah 0,03% menjadi 6,68 per dolar AS.

Di tengah pergerakan tersebut, rupiah justru menguat tipis 0,02% menjadi Rp 17.977 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 17.980 per dolar AS.

Rupee India bergerak stagnan di level 94,925 per dolar AS, sedangkan ringgit Malaysia menguat 0,05% menjadi 4,08 per dolar AS.

Rupiah masih tertekan sepanjang tahun

Meski menguat tipis pada perdagangan harian, rupiah masih mencatat pelemahan cukup dalam sepanjang 2026. Dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 16.670 per dolar AS, rupiah telah melemah 7,27% ke level Rp 17.977 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut lebih dalam dibandingkan sejumlah mata uang Asia lainnya, termasuk peso Filipina yang terkoreksi 6,91% sepanjang tahun berjalan dan baht Thailand yang melemah 6,45%.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (21/10), Investor Cermati Kinerja Emiten dan Keputusan BI

Rupee India juga tertekan 5,33% sepanjang 2026, sedangkan dolar Taiwan melemah 3,67%. Yen Jepang turun 1%, sementara ringgit Malaysia terkoreksi 0,58%.

Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 8,52% dan yuan China naik 4,61% terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan. Dolar Singapura juga menguat 0,59%.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan tipis rupiah dalam perdagangan harian belum mengubah tren pelemahannya secara kumulatif sepanjang tahun ini.