Petani Jeruk Desa Sejiram Semakin Cuan Karena Ada Internet INSANAK



KONTAN.CO.ID - Jaringan internet telah terbukti berdampak positif bagi semua bidang kehidupan. Termasuk di bidang ekonomi, banyak bisnis berkembang pesat sejak adanya jaringan internet. Hal ini pun telak dirasakan penduduk Desa Sejira, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang semakin cuan di bisnis jeruk sejak adanya internet.

Sore itu (8/2), Haryanto Arbi sedang menyirami bibit dan buah jeruk di kebun yang tak jauh dari rumahnya. Sejak kecil, petani jeruk yang kerap disapa Anto ini telah berkecimpung di bidang pertanian dan perkebunan, terutama bibit dan buah jeruk.

Keahliannya dalam membibit jeruk dan mengelola kebun jeruk merupakan warisan turun temurun dari keluarganya. Saat Anto masih Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia sudah berjualan bibit dan buah jeruk.


Ia berkeliling menjajakan bibit dan buah jeruk di wilayah Kecamatan Tebas. Pada 2016 hingga 2017, Anto mulai berani berjualan keliling Kabupaten Sambas.

Pada Agustus 2017, Desa Sejiram mulai merasakan akses internet melalui unit usaha internet BUMDes Maju Bersama. Tahun demi tahun berlalu, kehadiran internet berdampak positif bagi masyarakat Desa Sejiram.

Baca Juga: Yang Muda Yang Membangun Desa, Inovasi Pemuda Ubah Desa Sejiram Jadi Berdikari

Salah satunya, internet dimanfaatkan oleh petani jeruk untuk menjualkan bibit dan buah jeruk secara online. Anto turut memanfaatkan peluang ini. "Sekarang jadi mudah, tidak perlu keliling lagi, kita cukup memposting di Facebook, bibit dan buah jeruk bisa terjual," kata Anto kepada Tim Jelajah Ekonomi Desa 2023.

Anto menurutkan, sebelum mengenal penjualan secara online, dirinya harus berkeliling dengan hasil penjualan yang kurang maksimal. Kini, dengan adanya internet, ia memanfaatkan sosial media yaitu Facebook untuk menjualkan produknya dengan hasil yang lebih maksimal.

Jika kesepakatan jual-beli telah disepakati di Facebook, Anto akan membungkus dan mengirimkannya melalui jasa pengiriman ekspedisi cargo. Ia mengaku, pesanan bisa dikirim hingga ke seluruh Indonesia.

"Rata-rata hampir 1000 bibit per hari, hari ini sudah kirim bibit ke Ketapang, Kalimantan Barat," ujar Anto.

Anto menanam segala jenis jeruk, mulai dari jeruk bali, jeruk siam, madu susu, madu Thailand, hingga jeruk nipis. Harga masing-masing jeruk pun berbeda, mulai yang termurah Rp 8000 hingga yang paling mahal Rp 25000.

Hasil penjualan secara online berbuah manis. Anto dapat mengantongi hingga Rp 10 juta per bulan, dengan pendapatan bersih bisa mencapai Rp 8 juta. Anto juga memiliki dua karyawan freelance yang membantunya dalam berjualan.

Dengan bisnis jualan bibit dan jeruk onlinenya ini, Anto berhasil memperluas lahan kebunnya hingga 1 hektar dan berencana membangun rumah. Sementara itu, Hasbi Rullah juga tak mau ketinggalan memanfaatkan internet untuk menopang usaha bibit dan buah jeruknya.

Baca Juga: Seumur Anak SD, BUMNDes Maju Bersama Berperan Penting untuk Ekonomi Desa Sejiram

Senada dengan Anto, Hasbi Rullah juga meneruskan bakat orang tuanya yaitu menjadi petani jeruk. Hasbi Rullah bilang dengan adanya penjualan secara online turut mendongkrak pendapatannya, sehingga kebutuhan sehari-harinya dapat terpenuhi.

Ada juga Hari, salah satu juragan jeruk di Desa Sejiram. Dia memiliki kebun seluas 1 hektar. Hari mengatakan, jika musim panen, tiap hari dapat menghasilkan ratusan ranjang jeruk.

Memang, saat ini Hari belum memanfaatkan penjualan buah jeruk secara online dan masih menjualkan ke pengepul. Akan tetapi, dalam waktu dekat ia bilang akan mencoba menjual secara online.

Kendati masih menjual jeruk secara konvensional. Hari yang mengelola kebunnya sendiri ini bisa meraup pendapatan hingga Rp 300 juta per tahunnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto