KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petani sawit meminta Presiden Prabowo mengevaluasi kembali peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam tata niaga sawit nasional untuk menjaga keberlanjutan ekonomi desa sawit, serta menjaga daya saing minyak kelapa sawit di tingkat global. Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto mengatakan, keberadaan DSI harus mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi industri sawit nasional. Jika tidak begitu, ia menilai kehadirannya justru berpotensi menambah mata rantai perdagangan yang selama ini sudah cukup panjang. Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) Strategis atau PP 24/2026 menunjukkan bahwa kehadiran DSI tak memberikan insentif kepada pelaku usaha dan justru mengambil margin dalam perdagangan sawit.
Petani Sawit: Peran DSI Perlu Dievaluasi Ulang Demi Jaga Ekonomi Desa
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petani sawit meminta Presiden Prabowo mengevaluasi kembali peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam tata niaga sawit nasional untuk menjaga keberlanjutan ekonomi desa sawit, serta menjaga daya saing minyak kelapa sawit di tingkat global. Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto mengatakan, keberadaan DSI harus mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi industri sawit nasional. Jika tidak begitu, ia menilai kehadirannya justru berpotensi menambah mata rantai perdagangan yang selama ini sudah cukup panjang. Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) Strategis atau PP 24/2026 menunjukkan bahwa kehadiran DSI tak memberikan insentif kepada pelaku usaha dan justru mengambil margin dalam perdagangan sawit.