Peternak dukung tolak impor daging ayam Brazil



JAKARTA. Sikap tegas yang dilakukan pemerintah Indonesia menolak impor ayam asal Brazil menguntungkan peternak lokal. Sebab cara ini menjadi barrier atau penghalang derasnya impor ayam di pasar lokal. Apalagi saat ini, Indonesia tengah menghadapi kelebihan produksi ayam.

Desianto Budiman, Vice President Feed Technology Charoen Pokphand mendukung sikap tegas pemerintah terhadap Brazil. “Tapi bukan berarti Indonesia menolak impor. Kita hanya bertahan karena memang aspek halal tidak bisa dipenuhi oleh Brazil,” kata Desianto, Selasa (20/1).

Sikap tegas ini diyakini Desianto menguntungkan Indonesia khususnya pemain lokal. Sebab, jika daging ayam asal Brazil masuk ke pasar Indonesia bakal merusak harga pasar. Harga ayam lokal bakal jatuh padahal saat ini peternak dan pengusaha ayam menanggung beban usaha yang tinggi.


Seperti diketahui Brazil mengadukan Indonesia ke World Trade Organization (WTO) terkait persoalan impor daging ayam. Indonesia memiliki waktu 60 hari untuk menyelesaikan persoalan dengan Brazil tanpa campur tangan WTO terhitung sejak 16 Oktober.

Februari mendatang, Indonesia bersiap menghadapi tuntutan Brazil. Makin berat bagi Indonesia sebab lawan kian bertambah.

Yakni,  Australia, Amerika Serikat (AS) dan Thailand bersatu dengan Brazil untuk melawan Indonesia terkait aturan ayam impor yang dapat masuk ke Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto