JAKARTA. Untuk mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku petrokimia, pelaku industri di dalam negeri menyusun rencana pendirian pabrik petrokimia dengan bahan baku dari batubara yang pasokannya melimpah di dalam negeri. Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian (Kemperin) Muhammad Khayam mengatakan, hampir 100% bahan baku petrokimia berbasis minyak mentah impor dari negara lain. Ketergantungan ini membebani kinerja industri petrokimia, terutama saat rupiah melemah. Agar ketergantungan impor petrokimia berkurang, pelaku industri menyusun strategi pembangunan pabrik pengolahan batubara menjadi bahan baku petrokimia. Adapun lokasi yang dipilih adalah Sumatera dan Kalimantan. “Kalau petrokimia impor terus, maka tingkat ketergantungan industri kian tinggi,” kata Khayam kepada KONTAN, Minggu (29/11).
Petrokimia dari batubara mulai dilirik industri
JAKARTA. Untuk mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku petrokimia, pelaku industri di dalam negeri menyusun rencana pendirian pabrik petrokimia dengan bahan baku dari batubara yang pasokannya melimpah di dalam negeri. Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian (Kemperin) Muhammad Khayam mengatakan, hampir 100% bahan baku petrokimia berbasis minyak mentah impor dari negara lain. Ketergantungan ini membebani kinerja industri petrokimia, terutama saat rupiah melemah. Agar ketergantungan impor petrokimia berkurang, pelaku industri menyusun strategi pembangunan pabrik pengolahan batubara menjadi bahan baku petrokimia. Adapun lokasi yang dipilih adalah Sumatera dan Kalimantan. “Kalau petrokimia impor terus, maka tingkat ketergantungan industri kian tinggi,” kata Khayam kepada KONTAN, Minggu (29/11).