Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat Berkapasitas 40.000 Ton



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petrokimia Gresik memulai pembangunan tangki asam sulfat guna memperkuat pasokan bahan baku pupuk majemuk NPK nasional. Ground breaking proyek berkapasitas 40.000 ton ini telah dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, belum lama ini

Aminuddin mengatakan, swasembada pangan nasional menjadi salah satu fokus utama Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Ia mengapresiasi peran Pupuk Indonesia Group, termasuk Petrokimia Gresik, yang dinilai berhasil mendukung percepatan target swasembada pangan hingga tercapai pada 2025.

“Proyek ini pada akhirnya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan. Di tengah dinamika geopolitik global, kemandirian pangan menjadi keharusan,” ujar Aminuddin dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).


Baca Juga: Petrokimia Gresik Perkuat Implementasi K3 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan, asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk NPK. Keberadaan tangki baru ini akan menopang keberlanjutan produksi pupuk majemuk di masa mendatang.

Daconi bilang, pembangunan tangki ini akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan begitu, kontribusi Petrokimia Gresik terhadap swasembada pangan berkelanjutan dapat terus ditingkatkan melalui penyediaan pupuk berkualitas.

Sebagai pionir pupuk majemuk di Indonesia sejak 2000, Petrokimia Gresik saat ini memiliki kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikannya produsen pupuk majemuk terbesar di dalam negeri.

Tangki asam sulfat tersebut dibangun di kawasan Petrokimia Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III seluas 3 hektare. Proyek ini mencakup pembangunan dua tangki dengan kapasitas masing-masing 20.000 ton.

Baca Juga: Industri Petrokimia Tumbuh, Impor LPG dari AS Diproyeksi Meningkat

Dengan tambahan tersebut, total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik akan meningkat menjadi 100.000 ton saat proyek beroperasi penuh. Proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2027, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 18 bulan.

Daconi memastikan seluruh tahapan proyek memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta memperhatikan aspek lingkungan. “Kami juga telah menyiapkan kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat.” pungkasnya. 

Selanjutnya: Loyo, Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,40% ke RP 16.955 per Dolar AS pada Senin (19/1)

Menarik Dibaca: Promo Cokelat SilverQueen-Cadbury di Alfamidi, Mulai Rp 8.900 sampai 31 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News