Petrokimia Gresik Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petrokimia Gresik terus memperkuat pertumbuhan bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan. Selain mendorong inovasi dan transformasi, perusahaan juga menyeimbangkannya dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Upaya tersebut dilakukan untuk menghadapi perubahan dan tantangan industri, sekaligus mendukung swasembada pangan dan kemajuan sektor pertanian nasional.

Produksi pupuk Petrokimia Gresik pada 2025 mencapai 4.683.477 ton, naik sekitar 105% dibandingkan 2024. Tren positif berlanjut pada Semester I 2026 dengan produksi 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan 2.431.506 ton pada periode yang sama tahun lalu.


Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku.

"Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia," ujar Daconi dalam keterangannya dikutip Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Petrokimia Gresik Pacu Produktivitas Cabai Rawit

Sejumlah strategi ditempuh, mulai dari meningkatkan fleksibilitas fasilitas produksi dan keandalan infrastruktur bahan baku, memastikan pasokan energi jangka panjang, hingga mempercepat transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Salah satunya melalui modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Fasilitas ini dapat memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation, dan pupuk fosfat sehingga meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Di sektor logistik, perusahaan membangun Dermaga A yang mampu melayani kapal berkapasitas hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT), dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun.

Di sisi sosial, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia menyalurkan bantuan kebutuhan dasar senilai Rp75 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan disalurkan secara bertahap pada 16-19 Agustus 2026 melalui program Relawan Bakti BUMN.

Bantuan berupa beras, gula, minyak dan selimut tersebut menjadi respons cepat perusahaan setelah gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). "Penyalurannya dilakukan secara bertahap, saat ini berupa kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat pada masa tanggap darurat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak," kata Daconi.

Baca Juga: Inaplas Minta Bea Masuk LPG untuk Petrokimia 0% Berlaku Permanen

Sebelumnya, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Program tersebut semula berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pertanian melalui program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera).

Namun, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus membuat fokus kegiatan dialihkan menjadi dukungan tanggap darurat. "Ketika terjadi bencana, kebutuhan masyarakat tentu menjadi prioritas. Karena itu, kami bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN menyesuaikan program agar kehadiran kami di NTT memberikan manfaat yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini," ujar Daconi.

Berdasarkan data BNPB per 17 Agustus 2026, gempa tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang luka-luka. Korban tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News