JAKARTA. Pasar bahan bakar jenis premium non subsidi di Indonesia agaknya masih menjanjikan. Itu pula yang membuat operator asing kian serius berjualan bensin tanpa subsidi. Tengok saja aksi Petronas. Perusahaan minyak asal Malaysia ini akan mengoperasikan tiga unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru pada awal tahun ini. Tiga SPBU ini bakal menambah jumlah SPBU Petronas di Indonesia menjadi 19 SPBU. Tiga SPBU baru ini berada di Jababeka, Bintaro sektor IX, dan Kalimalang. "Kami melakukan ini untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan," kata Wisnu Widijoko, Head of Business Development Departement Petronas. Pembangunan ketiga SPBU itu sudah selesai sejak awal Januari tahun ini. Saat ini, dua SPBU telah mulai beroperasi seperti di Bintaro dan Kalimalang. Untuk sarana penyimpanan (storage), Petronas menjalin kerjasama dengan dua perusahaan lokal, yaitu Bumi Merak Terminal di Banten, dan Handal Terminal di Belawan, Medan, Sumatera Utara. Masing-masing perusahaan memiliki kapasitas penyimpanan 8.000 kiloliter (KL) dan 8.300 KL.
Petronas Segera Operasikan Tiga Unit SPBU Tahun Ini
JAKARTA. Pasar bahan bakar jenis premium non subsidi di Indonesia agaknya masih menjanjikan. Itu pula yang membuat operator asing kian serius berjualan bensin tanpa subsidi. Tengok saja aksi Petronas. Perusahaan minyak asal Malaysia ini akan mengoperasikan tiga unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru pada awal tahun ini. Tiga SPBU ini bakal menambah jumlah SPBU Petronas di Indonesia menjadi 19 SPBU. Tiga SPBU baru ini berada di Jababeka, Bintaro sektor IX, dan Kalimalang. "Kami melakukan ini untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan," kata Wisnu Widijoko, Head of Business Development Departement Petronas. Pembangunan ketiga SPBU itu sudah selesai sejak awal Januari tahun ini. Saat ini, dua SPBU telah mulai beroperasi seperti di Bintaro dan Kalimalang. Untuk sarana penyimpanan (storage), Petronas menjalin kerjasama dengan dua perusahaan lokal, yaitu Bumi Merak Terminal di Banten, dan Handal Terminal di Belawan, Medan, Sumatera Utara. Masing-masing perusahaan memiliki kapasitas penyimpanan 8.000 kiloliter (KL) dan 8.300 KL.