Petronas Temukan Cadangan Migas Baru di Lepas Pantai Suriname



KONTAN.CO.ID - Perusahaan energi milik negara Malaysia, Petronas, kembali menemukan cadangan migas baru di Blok 52 lepas pantai Suriname. Penemuan ini diyakini akan memperkuat prospek pengembangan sektor minyak dan gas negara tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Presiden Suriname, Jennifer Simons, mengumumkan temuan tersebut dalam sebuah konferensi energi pada Selasa (23/6/2026). Namun, ia tidak merinci jenis maupun besaran cadangan yang ditemukan.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Lesu: Saham Chip Rontok, Investor Waspadai The Fed


"Ini benar-benar kabar baik bagi kami. Temuan ini menjadi fondasi bagi berbagai pengembangan minyak dan gas serta masa depan yang lebih cerah bagi Suriname," ujar Simons.

Sebelumnya, Petronas telah menyatakan penemuan gas alam Sloanea di Blok 52 layak dikembangkan secara komersial.

Perusahaan itu juga tengah melanjutkan eksplorasi untuk mencari potensi cadangan minyak di wilayah yang sama.

Petronas diperkirakan akan mengambil keputusan investasi final (final investment decision/FID) pada tahun ini untuk mengembangkan cadangan gas alam lepas pantai di Suriname.

Baca Juga: YouTube Selesaikan Kasus Terkait Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Anak

Sementara itu, Menteri Energi Suriname, Patrick Brunings, mengatakan produksi pertama dari proyek migas lepas pantai negara tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada 2028. Produksi awal itu akan dijalankan oleh konsorsium yang dipimpin TotalEnergies.

Di sisi lain, perusahaan energi milik negara Suriname, Staatsolie, saat ini membuka penawaran wilayah kerja migas (open-door licensing round) yang mencakup lebih dari 70.000 kilometer persegi di lima area lepas pantai.

Skema tersebut memungkinkan perusahaan energi mengajukan program kerja eksplorasi serta memperoleh kontrak bagi hasil atau perjanjian studi bersama guna meningkatkan kualitas data seismik yang tersedia.

Brunings mengindikasikan masih terdapat potensi penemuan baru di wilayah tersebut.

"Masih ada beberapa kejutan lagi yang menanti," ujarnya merujuk pada perkembangan eksplorasi migas di Suriname.

Baca Juga: FIFA Ingin Ubah Aturan Adu Penalti Piala Dunia 2026, Ini Detailnya

Menurutnya, apabila ditemukan cadangan gas dalam jumlah besar, Suriname berpeluang mengembangkan berbagai industri hilir, termasuk industri bauksit dan petrokimia.

Seiring keberhasilan Guyana meningkatkan produksi minyak hingga lebih dari 900.000 barel per hari, Suriname juga berharap dapat memanfaatkan potensi migas lepas pantainya untuk menjadi eksportir minyak dan gas yang signifikan di kawasan.

"Kami juga bisa fokus pada ekspor gas. Saat ini dunia sedang mencari pemasok gas yang andal, dan kami yakin dapat memainkan peran tersebut dengan sangat baik," kata Brunings.