Petrosea makin agesif berekspansi tahun 2014



JAKARTA. Tahun ini, PT Petrosea Tbk (PTRO) bakal semakin agresif. Ada beberapa rencana bisnis yang akan dilakukan anak usaha Indika ini, yakni mulai dari peningkatan produksi pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sampai perluasan pangkalan logistik.

Terkait peningkatan produksi overbuden removal, PTRO berencana meningkatkan menjadi sebesar 155,1 juta bank cubic meter (bcm) dari produksi overburden removal pada tahun 2013 sebesar 141 juta bcm. Pencapaian ini berarti meningkat 10% ketimbang produksi overburden removal pada 2013 lalu. Agar hal itu tercapai, Petrosea akan mengalokasikan belanja modal US$ 48 juta atau naik 50% dari belanja modal tahun 2013 lalu.

Menurut Direktur Keuangan PT Petrosea M. Kurnia Ariawan, alokasi belanja modal ini sebagian besar akan ditujukan untuk memelihara peralatan pertambangan. "Sebagian besar peralatan dibeli tahun 2009 dan 2010. Di tahun ke-3 dan ke-4, peralatan itu harus turun mesin," jelas Kurnia dalam public expose, Kamis (17/4).


Selain berniat meningkatkan produksi di sektor jasa tambang, menurut Kurnia, pihaknya juga berencana meningkatkan hingga dua kali lipat kapasitas bisnis pangkalan logistik offshore Petrosea Offshore Supply Base (POSB) yang saat ini beroperasi di Kariangau, Tanjung Batu, Kalimantan Timur. Saat ini luas storage area Petrosea Offshore Supply Base adalah 150.000 kilometer persegi.

Katanya, saat ini PTRO masih melakukan studi mengenai rencana perluasan, termasuk besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk ekspansi ini. "Pastinya akan kami mulai tahun ini dan akan dikerjakan selama satu tahun," tambah dia. Hingga kuartal I–2014 ini, Petrosea belum mendapatkan kontrak baru. Namun Kurnia mengatakan, ada beberapa kontrak pengembangan tambang baru yang sedang diincar.

Sayang, ia enggan bilang besaran target kontrak baru di tahun 2014. Hingga akhir 2013 lalu, ada US$ 1,5 juta sisa proyek yang masih harus dikerjakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie