Petrosea (PTRO) Investasi Rp 1,19 Triliun di SINI untuk Perkuat Sektor Pertambangan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan investasi strategis senilai Rp1,19 triliun di PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Investasi tersebut dilakukan melalui partisipasi PTRO dalam pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan oleh SINI melalui penyertaan modal sekitar Rp1,19 triliun. Dengan demikian, saat ini kepemilikan saham Petrosea pada SINI mencapai 19,88%.

Sejalan dengan langkah strategis tersebut, Petrosea juga telah menyelesaikan divestasi berupa pengalihan kepemilikan sebesar 99,99% saham pada PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI.


Baca Juga: Indoritel (DNET) Raih Fasilitas Kredit Rp 2 Triliun dari Bank SMBC

KMS merupakan entitas yang memiliki penyertaan saham pada PT Cristian Eka Pratama (CEP), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang operasi penambangan batubara serta pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP), dengan area operasional yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.

Dengan selesainya transaksi tersebut, CEP, yang sebelumnya merupakan bagian dari portofolio Petrosea, kini telah menjadi bagian dari SINI sebagai salah satu penggunaan dana hasil pelaksanaan HMETD.

Kehadiran CEP melengkapi portofolio aset pertambangan SINI yang telah mencakup PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) yang tersebar di Provinsi Kalimantan Tengah. CEP, PBP, PBC, dan CBP juga merupakan klien kontrak pertambangan Petrosea.

“Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batubara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Michael, Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Petrosea, sebagai perusahaan multidisiplin menghadirkan layanan terpadu yang mencakup seluruh mata rantai dari hulu hingga hilir, mulai dari EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Seluruh target kinerja operasional dan keuangan Petrosea didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) yang kuat melalui penerapan target zero accident, operational excellence, dan continuous improvement, serta faktor pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai tulang punggung perusahaan yang berkesinambungan.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,18% ke Rp 17.968 per Dolar AS pada Jumat (24/7) Siang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News