Petrosea raih kontrak batubara 65,5 juta ton



JAKARTA. Ekspansi perusahaan kontraktor tambang PT Petrosea Tbk (PTRO) mulai terlihat. Anak usaha PT Indika Energy Tbk ini baru saja mengikat kontrak dengan PT Indonesia Pratama (IP), anak usaha PT Bayan Resources Tbk (Bayan). (lihat juga bisnis PTRO dan optimismenya)Total volume kontrak 71,9 juta kubik meter (bank cubic metre/BCM) lapisan tanah di atas kandungan batubara alias overburden dan 65,5 juta ton batubara yang berlokasi di proyek milik Bayan, Tabang, Kalimantan Timur. Jangka waktu kontrak selama 7 tahun tersebut akan mulai kuartal IV tahun ini.Berdasarkan siaran pers yang diterima KONTAN, Jumat (27/6), ruang lingkup pekerjaan PTRO meliputi pengangkatan overburden, mengangkut batubara, dan penyewaan alat berat. Perusahaan yang sudah 42 tahun bergerak di bisnis tambang, rekayasa dan kontruksi, serta jasa lepas pantai ini memang sudah menjalin hubungan dengan Bayan 15 tahun terakhir. "Dengan adanya perjanjian baru ini, kami memperpanjang masa jasa pertambangan," ujar Rick Ness, Presiden Direktur PTRO.Direktur Utama Bayan, Eddie Chin bilang, untuk menopang perjanjian ini, pihaknya akan mengoperasikan dozer push skala besar di Indonesia untuk kali pertama untuk mengangkat overburden. "Dengan teknologi ini, kami yakin Tabang akan jadi kuartil biaya produksi terendah di Indonesia," imbuh Eddie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Andri Indradie