KONTAN.CO.ID - Perusahaan bioteknologi China, Innovent Biologics, menjalin kesepakatan lisensi dan kolaborasi global dengan raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer, senilai hingga US$ 10,5 miliar untuk mengembangkan 12 kandidat obat kanker tahap awal. Kesepakatan tersebut mencerminkan semakin besarnya minat perusahaan farmasi global terhadap industri bioteknologi China yang berkembang pesat.
Baca Juga: Ketegangan AS-Kuba Memanas, Havana Sebut Ancaman Militer Kian Besar Melansir
Reuters Jumat (29/5/2026), dalam perjanjian itu, Innovent akan menerima pembayaran awal sebesar US$ 650 juta serta potensi tambahan hingga US$ 9,85 miliar dalam bentuk pembayaran berbasis pencapaian pengembangan, regulasi, dan komersialisasi. Kerja sama ini hadir di tengah lonjakan besar aktivitas lisensi bioteknologi di China. Data perusahaan riset Pharmcube menunjukkan nilai transaksi lisensi di kawasan Greater China melonjak hampir 10 kali lipat sejak 2021 menjadi rekor US$ 137,7 miliar pada tahun lalu. Analis memperkirakan nilai transaksi serupa akan kembali mencetak rekor baru pada tahun ini. Kolaborasi Pfizer dan Innovent mencakup pengembangan portofolio antibody-drug conjugates (ADC) dengan teknologi payload inovatif serta antibodi multispecific.
Baca Juga: Wapres Vance: AS Belum Mencapai Kesepakatan dengan Iran, Tapi Sudah Dekat Program tersebut terdiri dari delapan aset tahap awal milik Innovent dan empat program penelitian yang diusulkan Pfizer. Sesuai kesepakatan, Innovent akan memimpin pengembangan seluruh program hingga uji klinis fase 1 sebelum Pfizer mengambil alih pengembangan global. Struktur kerja sama dibagi menjadi tiga kategori. Untuk empat program pertama, kedua perusahaan akan melakukan pengembangan dan komersialisasi bersama dengan pembagian keuntungan di Amerika Serikat dan Eropa. Sementara itu, Innovent tetap memegang hak bisnis di kawasan Greater China.
Baca Juga: Viridis Lebih Pilih Pasar AS dan Eropa untuk Rare Earth Brasil, Bukan China Pada empat program lainnya, Pfizer memperoleh lisensi eksklusif di luar Greater China.
Sedangkan untuk empat program terakhir, Pfizer memegang lisensi global penuh sekaligus menanggung seluruh biaya pengembangan global. Innovent menyebut kerja sama ini dilakukan bersama unit usaha milik penuhnya, yakni Innovent Biologics (Suzhou) dan Fortvita Biologics (USA). Kesepakatan ini juga mempertegas langkah agresif Pfizer dalam memperkuat lini bisnis onkologi melalui kemitraan dengan perusahaan biotek China. Sebelumnya pada Mei 2025, Pfizer juga mengumumkan kerja sama lisensi dengan perusahaan asal Shenyang, 3SBio, untuk mengembangkan jenis baru imunoterapi kanker.