P&G Health Rilis E-Learning Apoteker, Targetkan 500 Peserta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi pendidikan tenaga kesehatan semakin mengarah ke digital. P&G Health Indonesia memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui program e-learning apoteker yang digarap bersama dua kampus, yakni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran

Program e-learning ini membidik lebih dari 500 peserta hingga Juni 2026. Selain mahasiswa, partisipan juga terdiri dari alumni yang tengah menjalani profesi apoteker.

Brand Director Health Care P&G Indonesia, Caroline Herlina mengatakan, kolaborasi ini menjadi upaya pihaknya menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik nyata. 


Baca Juga: PLN Luncurkan Giga One PLTS 1,22 GW, Catat Jadwal Tender dan Target Proyeknya

"Kolaborasi ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Dimulai dari tingkat Program Studi Profesi Apoteker, untuk memastikan keselarasan dengan kebutuhan akademik sekaligus relevansi terhadap praktik di lapangan," katanya dalam temu media di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, untuk memperkuat ekosistem kesehatan berbasis riset, kolaborasi lintas sektor antara pelaku industri, pemerintah, sampai akademisi menjadi krusial.

"Setiap inovasi kesehatan dan inisiatif edukasi perlu memiliki dasar ilmiah yang kuat, relevan dengan kebutuhan masyarakat terkini, serta tetap mengedepankan aspek keamanan, mutu, manfaat, dan kepatuhan terhadap regulasi," ujarnya.

Dekan Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, Felicia Kurniawan melanjutkan, dari sisi akademisi, inisiatif ini dinilai dapat membantu mahasiswa memahami dengan lebih  interaktif. Mengingat, kehadiran penerapan format seperti e-learning, video edukasi, serta modul terstruktur, mahasiswa.

Caroline menambahkan, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong perubahan perspektif terhadap peran apoteker. Selain penyedia obat, tetapi juga sebagai mitra kesehatan yang  memberikan edukasi dan membantu pasien mengambil keputusan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News