JAKARTA. Kebijakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengubah sistem notifikasi atau permintaan izin edar produk kosmetik menjadi hanya memberi tahu secara online, mendapat respon positif dari para pelaku industri kosmetik. Sejak perubahan kebijakan itu berlaku mulai awal tahun ini, arus investasi yang masuk ke sektor kosmetik semakin kencang. Sejak ketentuan tersebut berlaku, kini sudah ada beberapa perusahaan kosmetik yang menyatakan komitmen mereka melakukan investasi dengan membangun pabrik di Indonesia. Salah satunya adalah PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G), produsen kosmetik dari Amerika Serikat. Selama ini, produk-produk P&G yang dipasarkan di Indonesia didatangkan dari luar negeri. Dengan mendirikan pabrik di Indonesia, P&G tak perlu lagi mendatangkan produk dari luar Indonesia. Apalagi, pabrik itu khusus memproduksi produk yang selama ini dipasarkan di Indonesia. Untuk membangun pabrik itu, P&G telah menyiapkan dana US$ 100 juta. Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan memakan waktu tiga tahun. "Kami melihat potensi pasar Indonesia sangat besar" ujar Presiden Direktur P&G Indonesia Mohammed Ismael, Selasa (12/4).
P&G menyiapkan dana US$ 100 juta untuk membangun pabrik
JAKARTA. Kebijakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengubah sistem notifikasi atau permintaan izin edar produk kosmetik menjadi hanya memberi tahu secara online, mendapat respon positif dari para pelaku industri kosmetik. Sejak perubahan kebijakan itu berlaku mulai awal tahun ini, arus investasi yang masuk ke sektor kosmetik semakin kencang. Sejak ketentuan tersebut berlaku, kini sudah ada beberapa perusahaan kosmetik yang menyatakan komitmen mereka melakukan investasi dengan membangun pabrik di Indonesia. Salah satunya adalah PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G), produsen kosmetik dari Amerika Serikat. Selama ini, produk-produk P&G yang dipasarkan di Indonesia didatangkan dari luar negeri. Dengan mendirikan pabrik di Indonesia, P&G tak perlu lagi mendatangkan produk dari luar Indonesia. Apalagi, pabrik itu khusus memproduksi produk yang selama ini dipasarkan di Indonesia. Untuk membangun pabrik itu, P&G telah menyiapkan dana US$ 100 juta. Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan memakan waktu tiga tahun. "Kami melihat potensi pasar Indonesia sangat besar" ujar Presiden Direktur P&G Indonesia Mohammed Ismael, Selasa (12/4).