KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (
PGAS) terus berupaya meningkatkan kinerjanya pada 2026 melalui upaya penguatan pasokan gas bumi yang didapat dari berbagai mitra strategis. Dalam perhelatan
Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 yang digelar pekan lalu, PGAS menjalin serangkaian kesepakatan strategis pasokan gas bumi dan Liquefied Natural Gas (LNG). Untuk penguatan pasokan gas pipa domestik, PGAS bersama pemasok gas menandatangani Amandemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Corridor untuk kebutuhan Bahan Bakar Gas (BBG) dan jaringan gas rumah tangga (jargas); Perubahan dan Pernyataan Kembali PJBG untuk perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML); dan Key Terms dengan Medco E&P Sakakemang untuk pembelian pasokan gas bumi dari WK Sakakemang.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Sekuritas (25/5) Sedangkan untuk memperkuat fleksibilitas penyaluran melalui pasokan gas bumi berbasis LNG, PGAS bersama Pertamina dan mitra strategis meneken Head of Agreement (HoA) LNG South Hub; HoA LNG North Hub; serta HoA pembelian LNG Abadi Masela. Terkait HoA pembelian LNG Abadi Masela, PGAS berperan sebagai pembeli domestik yang tidak hanya mempercepat proyek Abadi LNG menuju Keputusan Investasi Akhir, melainkan juga menjadi sinergi kuat di internal Holding Migas Pertamina, di mana Pertamina Hulu Energi (PHE) bertindak di sisi hulu dan PGAS mengamankan di sisi hilir. Sementara itu, Corporate Secretary PGAS Fajriyah Usman, menyampaikan, penguatan integrasi pasokan gas pipa dan LNG domestik menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan penyaluran energi bagi pelanggan di berbagai sektor. Pada dasarnya, PGAS terus memperkuat pengelolaan pasokan gas bumi secara terintegrasi melalui kombinasi pasokan gas pipa dan LNG yang bersumber dari dalam negeri. “Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan penyaluran energi gas bumi sekaligus meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah,” ujar Fajriyah dalam keterbukaan informasi, beberapa hari yang lalu.
Baca Juga: IHSG Masih Melemah, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (22/5) Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, langkah tersebut sangat penting bagi PGAS yang mesti memastikan ketersediaan pasokan gas untuk para pelanggannya di berbagai sektor, mulai dari industri, komersial, hingga rumah tangga. Kelancaran pasokan gas tentu akan menjaga kesinambungan usaha yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan PGAS secara jangka panjang.
Dari sisi prospek, sektor energi yang menjadi ranah usaha PGAS diperkirakan masih relatif stabil dengan potensi pertumbuhan moderat pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan gas dari sektor industri serta optimalisasi pemanfaatan LNG.
Baca Juga: IHSG Ada Peluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas (26/5) Walau begitu, PGAS tetap dibayangi sejumlah tantangan, khususnya terkait spread harga gas dan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk pelanggan industri. "Kebijakan HGBT dapat menjadi boomerang bagi PGAS jika tidak diimbangi dengan regulasi sektor hulu gas yang adil," kata dia, Selasa (26/5/2026). Dalam hal ini, risiko muncul ketika harga gas di tingkat hulu mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya produksi, sementara PGAS tetap harus menjual gas kepada pelanggan industri dengan tarif HGBT yang stagnan. Alhasil, margin keuntungan PGAS dapat tertekan, terutama jika tidak terdapat mekanisme kompensasi yang memadai dari regulator. Lebih lanjut, untuk mengoptimalkan kinerjanya, PGAS perlu memperluas bisnis LNG secara masif, meningkatkan efisiensi operasional, hingga mempercepat proyek-proyek seperti pipa transmisi dan jargas rumah tangga. Lantas, Nafan merekomendasikan add saham PGAS dengan target harga di level Rp 2.140 per saham.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini dengan Spekulasi Buy dari Sinarmas Sekuritas (25/5) Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut, secara teknikal pergerakan saham PGAS berada di fase awal uptrend dalam jangka pendek dan didominasi oleh volume pembelian. Saham PGAS masih berada di atas MA20 dengan indikator MACD yang berpeluang goldencross dan Stochastic yang menguat. Dari situ, ia merekomendasikan trading buy saham PGAS dengan support di level Rp 1.820 per saham dan resistance di level Rp 1.925 per saham serta target harga di kisaran Rp 1.940--Rp 1.980 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News