GARUT. PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) kembali akan melakukan pengeboran dua sumur uap panas bumi pada tahun 2017 dengan biaya US$ 14 juta. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan suplai uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang unit 1, 2, 3, 4 dan 5. Saat ini, wilayah kerja panas pumi Kamojang sudah memiliki 90 sumur untuk memenuhi kebutuhan uap PLTP Kamojang Unit 1 hingga 5, dengan kapasitas terpasang sekitar 235 megawatt (MW). Dari 90 sumur yang ada saat ini tidak hanya sumur produksi, melainkan sumur injeksi dan sumur monitoring. Manajer Maintenance Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Faiq Kautsar mengatakan, pengeboran dua sumur produksi baru dilakukan tahun depan. Tujuannya, untuk menutupi kapasitas produksi sumur lain yang terus menurun. Terkait kapasitas produksi, memang belum diketahui secara detail.
PGE terus mengebor di PLTP Kamojang
GARUT. PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) kembali akan melakukan pengeboran dua sumur uap panas bumi pada tahun 2017 dengan biaya US$ 14 juta. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan suplai uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang unit 1, 2, 3, 4 dan 5. Saat ini, wilayah kerja panas pumi Kamojang sudah memiliki 90 sumur untuk memenuhi kebutuhan uap PLTP Kamojang Unit 1 hingga 5, dengan kapasitas terpasang sekitar 235 megawatt (MW). Dari 90 sumur yang ada saat ini tidak hanya sumur produksi, melainkan sumur injeksi dan sumur monitoring. Manajer Maintenance Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Faiq Kautsar mengatakan, pengeboran dua sumur produksi baru dilakukan tahun depan. Tujuannya, untuk menutupi kapasitas produksi sumur lain yang terus menurun. Terkait kapasitas produksi, memang belum diketahui secara detail.