PGEO Raih Fasilitas Pendanaan Hingga US$ 75 Juta dari Bank Mizuho



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengantongi fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga US$ 75 juta yang diberikan tanpa agunan (clean basis) dari PT Bank Mizuho Indonesia.

Emiten panas bumi dengan sandi saham PGEO di Bursa Efek Indonesia ini telah menandatangani Trade Facility Agreement dengan PT Bank Mizuho Indonesia pada Kamis (23/7/2026).

Fasilitas tersebut merupakan fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup fasilitas Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility).


Baca Juga: PGEO Perluas Bisnis Panas Bumi ke Green Hydrogen dan Sektor Industri

Kehadiran fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek panas bumi PGEO.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat, mengungkapkan bahwa skema fasilitas pendanaan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGEO.

Fransetya meyakini kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendanaan perusahaan, sekaligus memperkuat fleksibilitas pembiayaan untuk mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini, yang akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” kata Fransetya melalui rilis yang disiarkan pada Jumat (24/7/2026).

Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen Bank Mizuho Indonesia dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia. Sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang dengan PGEO. 

Baca Juga: PGEO Bidik Tambah Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028, Siapkan Pendanaan Hijau

"Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ungkap Heru.

Kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia, yang merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang, turut memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGE yang sebelumnya telah didukung berbagai sumber pembiayaan.

 
PGEO Chart by TradingView

Termasuk instrumen pendanaan berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan internasional.

Fransetya menambahkan, PGEO akan terus mengedepankan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.

Baca Juga: Dapat Sokongan Bappenas, PGEO Raih Pinjaman Jumbo Hingga US$ 477,87 Juta

Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, PGEO memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung target kapasitas terpasang yang dikelola mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News