KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan ketersediaan pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir 2026. Perusahaan telah mengamankan hampir 20 kargo LNG dengan dukungan pasokan dari sejumlah kilang domestik. Group Head Gas Supply dan LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta, menyatakan bahwa ketersediaan pasokan LNG saat ini berada dalam kondisi aman. Selain volume pasokan, kepastian harga juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pemenuhan kebutuhan energi tersebut. "(Kebutuhan) ya pokoknya hampir 20-an. Udah secure. Harganya juga udah dijamin kan oleh pemerintah," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Anas menjelaskan, pasokan LNG yang dikelola PGN berasal dari berbagai sumber kilang di dalam negeri. Diversifikasi sumber pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan rantai pasok energi primer nasional. Sejumlah kilang yang menjadi sumber pasokan PGN antara lain Donggi, Tangguh, dan Bontang. Di sisi lain, penyaluran gas bumi melalui jaringan pipa nasional juga menunjukkan kinerja yang positif.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sektor ESDM Masih Dibayangi Impor dan Tata Kelola "Semua kilang, Donggi ada, Tangguh ada, Bontang ada, semua ada. Gas pipa juga lagi bagus-bagusnya," terangnya.
PGN Bidik Volume Niaga Gas Bumi 877 BBTU pada 2026
Selain memastikan ketersediaan LNG, PGN juga terus mengejar target volume niaga gas bumi sepanjang 2026. Perusahaan dengan kode saham PGAS ini membidik volume niaga gas bumi sekitar 877 billion British Thermal Unit (BBTU) pada tahun ini. Anas menyampaikan, realisasi penyaluran gas bumi hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Meski demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah kendala operasional yang dapat memengaruhi kelancaran distribusi. "Volume niaganya, tapi harusnya sejauh ini lumayan oke," katanya. Menurut Anas, gangguan operasional yang terjadi di luar rencana atau unplanned disruptions menjadi salah satu tantangan dalam menjaga konsistensi penyaluran gas bumi kepada pelanggan.
Baca Juga: Investasi KEK Tembus Rp 382 T, Kontribusi terhadap Investasi Nasional Masih Kecil "Kecuali mungkin karena ada gangguan-gangguan unplanned lah ya. Itu sih yang banyak mengganggu, sedikit mengganggu lah sekarang ya," terangnya. Kendati terdapat gangguan teknis yang berpotensi memengaruhi operasional, PGN tetap optimistis dapat mencapai target penyaluran gas bumi pada tahun ini. Anas memperkirakan realisasi penyaluran gas bumi dapat mencapai lebih dari 95% hingga 96% dari target yang ditetapkan perusahaan.
"Di atas 95-96% lah. Terpenuhi kok," pungkasnya. Sebagai informasi, PGN menargetkan volume niaga gas bumi sebesar 877 BBTU pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Pertumbuhan target volume niaga gas bumi ini didukung oleh proyeksi peningkatan permintaan dari sejumlah kawasan industri serta bertambahnya pelanggan baru. Wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi salah satu kawasan yang diharapkan menopang pertumbuhan permintaan gas bumi PGN. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News