PGN menunggu Hoegh LNG perbaiki FSRU Lampung



JAKARTA. Floating storage regasification unit (FSRU) Lampung sedang mengalami kerusakan dan belum bisa digunakan secara optimal. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sang pengelola, menyatakan tengah menunggu Hoegh LNG, yang merupakan pembuat FSRU Lampung, memperbaiki fasilitas itu.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGN Wahid Sutopo menyatakan, FSRU Lampung masih dalam tahap pengujian alias commissioning. "Karena tahap commissioning belum selesai, maka kerusakan yang terjadi menjadi tanggungjawab provider (Hoegh LNG)," kata dia, Jumat (3/10).

Menurut Sutopo, PGN belum bisa menjelaskan penyebab kerusakan fasilitas LNG terapung yang diresmikan pada 7 April 2014 lalu itu. Saat ini, PGN menunggu proses yang dilakukan Hoegh LNG sebagai pemilik FSRU Lampung. "Statusnya masih menunggu. Kami tidak berwenang ikut campur," ujar dia.


Seperti diketahui, sebelumnya PGN menargetkan bisa mengalirkan gas dari FSRU Lampung kepada para pelanggannya sejak Agustus 2014 lalu. Tapi, terminal penampungan gas terapung yang dibangun di galangan kapal Hyundai Heavy Industries, Ulsan, Korea Selatan, ini hingga kini belum juga mengalirkan gas ke pelanggan PGN.

Namun, Wahid memastikan kerusakan dari FSRU Lampung itu tidak akan mengganggu jadwal pasokan FSRU Lampung ke para pelanggan. Adapun pelanggan PGN yang akan menikmati gas dari FSRU Lampung adalah: pembangkit listrik, industri, serta usaha kecil dan rumahtangga di Lampung dan Sumatra Selatan. Selain itu, FSRU akan memasok kebutuhan pelanggan PGN di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

Untuk pendistribusian, di Lampung, PGN telah membangun jaringan pipa distribusi gas bumi sepanjang 90 kilometer (km). Nantinya, jaringan akan ditambah hingga total panjangnya 100 km.

Juru bicara PGN Irwan Andri Atmanto menambahkan, proses commissioning dilakukan untuk mengetes fasilitas tersebut sebelum kegiatan operasi secara komersial berlangsung. "Sementara ini tidak ada target waktu pengoperasian, menunggu kesiapan teknis dan aspek safety pengoperasian," ujar dia. 

Operator FSRU Lampung adalah anak usaha PGN, yakni PT PGN FSRU Lampung. FSRU Lampung berbentuk kapal dengan panjang 294 meter, lebar 46 meter, serta bobot 81.900 ton. Investasi PGN untuk untuk menyewa selama 25 tahun dari Hoegh LNG senilai US$ 250 juta. 

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johannes Widjanarko menjelaskan, dari lima kargo LNG yang dipesan oleh PGN untuk kebutuhan FSRU Lampung, baru satu yang diambil. "Sisanya enggak tahu kapan mau diambil sama PGN," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto