KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Phapros Tbk (
PEHA) berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan di tahun 2026. Pada tiga bulan pertama tahun ini, Phapros kembali membukukan pertumbuhan laba bersih signifikan yang mencapai 112,86% secara tahunan (yoy).
Mengutip siaran pers yang diterima pada Jumat (24/4/2026), profitabilitas Phapros pada kuartal I-2026 ditopang oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17% menjadi Rp 221,09 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp200,67 miliar.
Dari sisi biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (COGS), hanya naik 5,04%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Phapros (PEHA) Kantongi Laba Bersih Rp 27,44 Miliar Alhasil, laba kotor perusahaan naik 16,59% menjadi Rp 103,96 miliar dibandingkan dengan periode kuartal I-2025 sebesar Rp 89,17 miliar. Di samping mampu menjaga stabilitas COGS, beban usaha Phapros pada Januari – Maret 2026 relatif stabil, dengan kenaikan 7,35%.
Pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan dan kemampuan menjaga stabilitas COGS dan beban usaha, membuat Phapros mampu mencetak laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp761,49 juta, naik 112,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian Rp5,92 miliar.
Di sisi kas, PEHA juga mampu menjaga arus kas (
cashflow) dengan baik. Arus kas perusahaan per 31 Maret 2026 positif sebesar Rp37,2 miliar, naik 289,0 % dibandingkan dengan posisi per 31 Maret 2025 yang masih minus Rp19,6 miliar. Saldo kas di akhir periode juga naik 165% dibanding akhir Maret 2025. Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama Phapros, mengatakan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Phapros konsisten menjalankan strategi optimalisasi semua
chanel penjualan, menjaga kestabilan ketersediaan produk serta terus mengedepankan efisiensi biaya di semua lini. “Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan. Setelah berhasil membalikkan kondisi dari rugi pada 2024 menjadi profit pada 2025, kami terus berupaya untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 113%,” ungkap Ida, dalam keterangannya.
Baca Juga: Phapros (PEHA) Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 19% pada kuartal III-2025 Menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan dan biaya, PEHA, sebutnya, sudah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun dan terus memantau perkembangan agar tetap adaptif.
Dengan begitu, harapannya target penjualan, biaya dan laba bersih sesuai RKAP bisa diamankan hingga akhir tahun nantu.
Dia menambahkan, obat generik bermerek (OGB) menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan pada Januari-Maret 2026. Penjualan OGB pada kuartal ini melonjak 59% menjadi Rp128,70 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp80,88 miliar.
“Kontribusi Obat Anti Tuberkulosis untuk Dewasa dan Anak serta Tablet Tambah Darah yang merupakan program penting pemerintah terkait TB, anemia dan stunting merupakan bentuk komitmen PEHA dalam menyehatkan masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News