KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan total produksi minyak mencapai 475.000 barel minyak per hari (barrel oil per day/bopd) hingga akhir April 2026. Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi menjelaskan realisasi tersebut didorong oleh kontribusi kinerja wilayah kerja domestik yang masih mendominasi. "Performance kita di tahun 2026 dengan status sampai bulan April 2026. Untuk produksi minyak kita untuk yang domestik sebesar 367.000 dengan yang internasional adalah sebesar 109.000 bopd dengan total untuk minyaknya adalah 475.000 bopd," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Kendati demikian, Awang mengungkapkan, realisasi kuartal pertama tahun ini diwarnai gangguan teknis pada pipa transportasi gas yang menghambat laju produksi di Blok Rokan.
Baca Juga: PHE Bukukan Produksi 1 Juta BOEPD pada 2025, Kontribusi Minyak Capai 557 Ribu Barel "Seperti yang kita tahu bahwa di awal tahun terutama di blok kita yang di Rokan mengalami kendala suplai gas karena adanya masalah integrity atau kebocoran di pipa transportasi gas Indonesia (TGI) yang sempat berlangsung lebih dari 20 hari, itu yang menyebabkan average produksi minyak kita terutama di Rokan menurun cukup tajam," ungkapnya. Di dalam negeri, lanjut dia, juga ditambah oleh kendala infrastruktur fasilitas produksi gas pada wilayah kerja hasil kolaborasi strategis bersama mitra global. "Selain itu juga untuk yang domestik di salah satu Wilayah Kerja kita yang bekerja sama dengan Exxon Mobil sekarang mengalami kendala terkait dengan isu peningkatan produksi gas dengan keterbatasan fasilitas yang ada di Banyu Urip," terangnya. Awang menuturkan, kondisi eksternal kian menantang akibat eskalasi konflik geopolitik global yang memaksa penghentian sementara operasional lapangan minyak andalan perusahaan di Irak.
Baca Juga: Menlu Ungkap Kendala Negosiasi Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz "Itu adalah isu utama yang kita alami di kuartal pertama 2026 sehingga pada saat ini produksi kami hanya mencapai untuk domestik 367.000 (bopd). Sedangkan untuk yang internasional, dengan adanya perang antara AS-Israel dan Iran kita punya lapangan di Irak namanya West Qurna, beberapa hari setelah perang pemerintah Irak meminta lapangan tersebut harus dimatikan, di situ kita kehilangan sekitar 100.000 bopd," jelasnya. Hingga saat ini, kata Awang, pemulihan volume produksi di Timur Tengah masih berjalan lambat lantaran pembatasan alokasi minyak yang hanya diperuntukkan bagi pasar Irak. "Dan sampai sekarang produksi sudah diizinkan tapi belum full hanya kurang dari 10% hanya untuk memenuhi kebutuhan di internal Irak, jadi belum kembali seperti semula. Itulah tantangan kami yang kami hadapi pada kuartal I 2026," lanjutnya. Meski begitu, dia mengatakan, kinerja lifting gas bumi perusahaan masih mencatatkan rapor hijau dan bergerak aman guna menopang target pencapaian akumulatif harian. "Sedangkan untuk gas, Alhamdulillah aman, kita bisa memproduksikan di angka total 2.722 mmscfd, kontribusi domestik sebesar 2.385 dan kontribusi internasional sebesar 337," imbuhnya.
Guna mengejar target setara minyak 1,03 juta boepd di akhir tahun, pihaknya telah menyiapkan strategi lewat program filling the gap salah satunya pengeboran 800 sumur pengembangan. "Jika kita equivalent kan untuk saat ini kita baru sampai di angka 945.000 barel oil equivalent per day dengan target nanti kita harapkan mencapai di angka 1.030.000 barel oil equivalent per day," tandasnya.
Baca Juga: Purbaya & Satgas P2SP Hilangkan Hambatan Perizinan & Beban Cukai Bioetanol Pertamina Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News