PHE OSES Perkuat Kolaborasi dalam Lestarikan Ekosistem Pesisir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Upaya ini dilakukan untuk mendorong kesadaran lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan wilayah pesisir.

Kolaborasi dengan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga ekosistem pesisir, termasuk mangrove dan habitat biota laut. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, sinergi antara perusahaan dan masyarakat juga berpotensi memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga di sekitar wilayah operasional. 


Baca Juga: PHE Lepas Pantai Bunyu Siap Eksplorasi Sumur Migas Tingkilan-001 di Tanjung Selor

Terbaru,  PHE OSES mengedukasi 131 siswa SD-SMP Satap Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, mengenai konservasi penyu dan mangrove pada 30 September 2026. kegiatan ini  melibatkan siswa dalam penanaman 100 pohon mangrove dan pelepasan 10 tukik penyu ke habitat alaminya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Tiga Perisai, yakni program mitigasi perubahan iklim dan konservasi yang dijalankan PHE OSES bersama masyarakat Pulau Sabira sejak 2023.

Edukasi diberikan melalui penyampaian materi interaktif dan praktik langsung. Para siswa mendapat penjelasan mengenai habitat dan siklus hidup penyu, fungsi mangrove bagi ekosistem pesisir, serta ancaman terhadap kelestarian kedua sumber daya alam tersebut.

Head of Communications, Relations & CID PHE OSES Danya Dewanti mengatakan, edukasi konservasi kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi (PHE) Raup Laba US$2,17 Miliar pada 2025

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal penyu dan mangrove melalui materi edukasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung untuk memahami mengapa keduanya penting bagi ekosistem pesisir,” ujar Danya dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut dia, keterlibatan langsung siswa diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong mereka berperan dalam menjaga ekosistem pesisir di sekitar tempat tinggalnya.

Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Rumah Penyu Sabira Agung bersama lima sukarelawan Pencinta Lingkungan Jakarta turut memberikan materi dan mendampingi para siswa. Peserta juga mengikuti tes sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengevaluasi pemahaman mereka mengenai konservasi penyu dan mangrove.

Agung mengatakan, edukasi yang dipadukan dengan praktik lapangan dapat membantu siswa memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Dia berharap kegiatan tersebut mendorong generasi muda di Pulau Sabira lebih aktif dalam upaya konservasi.

Program Tiga Perisai sendiri telah dijalankan PHE OSES bersama masyarakat Pulau Sabira sejak 2023. Dukungan perusahaan mencakup pembangunan Rumah Penyu dan Pondok Edukasi Penyu, fasilitas pemantau penyu, serta sarana dan prasarana penetasan penyu. PHE OSES juga mendukung kegiatan studi banding konservasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News