PHK 10% Karyawan, Ayoconnect Beberkan Alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform keuangan terbuka (open finance) API Ayoconnect mengklaim melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 10% sebagai langkah untuk mencapai profitabilitas.

Terkait hal itu, Vice President Complience Ayoconnect Rey Sihotang membenarkan kabar PHK tersebut. Dia mengatakan PHK tersebut dilakukan bukan karena under performance, tetapi untuk efisiensi demi mencapai profitabilitas.

"Setelah di-review bener-bener untuk efisiensi. Sebab, kami ada investor yang mendorong untuk mencapai EBITDA positif. Jadi, kami review semuanya," ucapnya kepada KONTAN.CO.ID, Selasa (29/8).


Baca Juga: Soal Larangan Impor Produk Cross Border di Bawah US$ 100, Begini Kata Pengusaha

Meski keputusan itu memang berat, Rey menyebut pihaknya tetap memperhatikan kondisi karyawan yang kena PHK dengan memberikan sejumlah benefit. Dia menyebut kebanyakan yang kena PHK, yaitu karyawan di bidang produk.

Rey menyatakan memang paling besar pengeluaran di produk dan IT. Dia menyebut ada beberapa orang yang melakukan tugas yang sama sehingga bertumpuk.

"Investor juga maunya kami fokus di lini bisnis produk. Dengan demikian, bisa mencapai peningkatan revenue dan profitabilitas," ujarnya.

Rey menambahkan Ayoconnect hampir mencapai profitabilitas. Namun, perlu adanya peningkatan dari sisi produk sehingga keputusan itu juga harus diambil demi capai target. Adapun Ayoconnect menargetkan bisa capai profitabilitas di awal tahun depan.

Baca Juga: Fintech Masih Sehat Meski Ada PHK

"Kami optimistis profitable pada awal tahun depan," kata Rey. 

Rey menyampaikan saat ini Ayoconnect secara total memiliki 190 karyawan yang bekerja pada berbagai bidang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli