PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm Serius bagi Industri Nasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penutupan operasional PT Krakatau Osaka Steel (KOS) yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai menjadi sinyal bahaya bagi industri dalam negeri.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Ristadi, mengaku hingga kini pihaknya belum memperoleh penjelasan resmi terkait penyebab penutupan pabrik tersebut.

“Kalau soal PHK-nya Krakatau Steel Osaka itu kan sudah tutup. Sampai sekarang kami memang belum mendapatkan keterangan apa sebabnya,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).


Baca Juga: Usai Krakatau Osaka, PHK Bisa Meluas ke Industri Semen, Tekstil hingga Plastik

Meski demikian, ia menduga penurunan daya serap pasar menjadi salah satu faktor utama. “Tapi terindikasi mungkin daya jual menurun, barang kurang terserap, tidak seperti sebelumnya,” katanya.

Ristadi menilai, kasus ini menjadi alarm serius bagi industri nasional. Pasalnya, tekanan yang sebelumnya terjadi di sektor padat karya kini mulai merambah ke industri logam atau baja.

“Ini menjadi salah satu alarm serius untuk industri dalam negeri, bahwa potensi penurunan produksi sampai pabrik tutup akan terus mengancam di segala sektor,” tegasnya.

Sebelumnya, gelombang PHK lebih dulu terjadi di sektor padat karya seperti tekstil, garmen, hingga ritel. Namun kini, tekanan tersebut mulai meluas ke sektor lain yang lebih hulu.

Menurut dia, risiko PHK masih akan terus membayangi, terutama bagi industri yang berorientasi pasar domestik. Produk-produk lokal dinilai semakin sulit bersaing dengan barang impor yang masuk dengan harga jauh lebih murah.

“Industri dalam negeri yang lokal-oriented ini potensi PHK akan terus membayangi, karena barang impor masuk dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Ristadi juga menyoroti dampak kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok serta mendorong kenaikan harga energi dan bahan baku. Kondisi ini dinilai semakin memperberat tekanan terhadap industri dalam negeri.

Baca Juga: PHK 161 Pekerja Terjadi di Krakatau Osaka Steel, Pekerja Waspada Efek Lanjutan

Ia menilai, tanpa langkah konkret dari pemerintah, gelombang PHK berpotensi meluas ke berbagai sektor dalam waktu ke depan.

Untuk itu, KSPN mendorong pemerintah memperketat pengendalian impor, termasuk memberantas praktik impor ilegal yang dinilai merusak pasar domestik.

Selain itu, pemerintah juga diminta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri, mulai dari insentif fiskal, kemudahan investasi, hingga bantuan modernisasi teknologi produksi.

Ristadi juga menekankan pentingnya menjaga pasar domestik agar tidak dikuasai produk impor, sekaligus mendorong ekspansi pasar ekspor bagi pelaku industri nasional.

“Barang-barang produksi dalam negeri kita tidak laku karena kalah bersaing harga yang sangat jauh dengan produk impor,” katanya.

Ia menambahkan, situasi persaingan global saat ini semakin tidak seimbang, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih tegas untuk melindungi industri nasional sekaligus menjaga keberlangsungan tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News