PhotoBebaz Raih Pendanaan, Targetkan Ekspansi Jadi 28 Titik Booth Photobox pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox, PhotoBebaz meraih pendanaan untuk menyokong target ekspansi. Perusahaan membidik dapat menambah booth hingga 28 titik photobox di tahun 2026.

Founder PhotoBebaz, Reyno Anggoro mengatakan, target ini ditetapkan seiring dengan peningkatan jumlah titik operasional dan integrasi teknologi yang lebih dalam, di antaranya jaringan rumah makan Mie Gacoan, stasiun KAI, bandar udara, dan area publik lainnya.

Hingga tahun 2025, sebanyak belasan booth PhotoBebaz ditempatkan di berbagai titik mobilitas tinggi seperti ruang publik di Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), transportasi publik di stasiun MRT, LRT Jakarta, dan Whoosh Halim, serta di coffee shop.


Baca Juga: Ekonomi Kreatif Melesat, Hiburan Jadi Penggerak Baru Pertumbuhan

Untuk mendukung ekspansi, PhotoBebaz memperoleh pendanaan dari Fundhub sebagai funding aggregator yang mempertemukan PhotoBebaz dengan jaringan investor yang relevan dengan sektor teknologi kreatif dan media.

Dari sisi investor, keputusan pendanaan didasarkan pada kombinasi antara diferensiasi model bisnis, potensi monetisasi media yang terintegrasi, serta kemampuan R&D dalam membangun teknologi secara mandiri melalui Bebaz Labz.

"Struktur teknologi yang dikembangkan oleh tim internal dinilai memberikan keunggulan kompetitif sekaligus membuka peluang ekspansi yang lebih terukur," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Industri Intellectual Property Tumbuh,Kreator Hadapi Tantangan Kolaborasi & Ekosistem

Reyno mengatakan, pendanaan yang diperoleh akan berfokus pada ekspansi, serta pengembangan fitur artificial intelligence (AI) dan augmented reality (AR), serta penguatan tim teknologi dan kreatif.

Dengan harga layanan di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 50.000 per sesi, perusahaan menyasar segmen kelompok yang dikenal aktif secara digital dan memiliki kecenderungan berbagi pengalaman secara organik di media sosial, yakni Gen Z hingga Gen Alpha.

Menurut Reyno, kekuatan utama PhotoBebaz terletak pada pendekatan ekosistem berbasis lokasi. Kehadiran booth di ruang publik yang strategis membuat interaksi berlanjut secara digital melalui aplikasi yang tengah dikembangkan.

“Kami juga membentuk suatu ekosistem yang menguntungkan bagi pengguna seperti loyalty rewards, gamification, dan komunitas di dalam aplikasi. Tujuannya membangun retensi dan hubungan jangka panjang dengan pengguna," jelasnya.

Baca Juga: Asean Dorong Kolaborasi Ekonomi Kreatif di Tengah Ketegangan Geopolitik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News