KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kembali meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan perizinan usaha akomodasi, terutama di daerah wisata, seiring kian maraknya praktik akomodasi ilegal. Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan, keberadaan penginapan tanpa izin resmi menciptakan ketidakadilan yang merugikan pelaku bisnis akomodasi resmi. Ini mengingat proses perizinan usaha resmi di sektor pariwisata cukup sulit dan memerlukan biaya besar. "Untuk mengurus perizinan usaha di Indonesia bukan sesuatu yang mudah dan membutuhkan biaya yang mahal," tuturnya saat dihubungi Kontan, Kamis (15/1/2026).
PHRI Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Akomodasi Ilegal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kembali meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan perizinan usaha akomodasi, terutama di daerah wisata, seiring kian maraknya praktik akomodasi ilegal. Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan, keberadaan penginapan tanpa izin resmi menciptakan ketidakadilan yang merugikan pelaku bisnis akomodasi resmi. Ini mengingat proses perizinan usaha resmi di sektor pariwisata cukup sulit dan memerlukan biaya besar. "Untuk mengurus perizinan usaha di Indonesia bukan sesuatu yang mudah dan membutuhkan biaya yang mahal," tuturnya saat dihubungi Kontan, Kamis (15/1/2026).