KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menyambut positif implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku pada Oktober 2026. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi menyatakan, sertifikasi halal bagi industri hospitality tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi. Sertifikasi halal juga menjadi bagian dari peningkatan quality assurance, customer confidence, serta daya saing destinasi pariwisata Jawa Barat, terutama dalam menangkap pasar wisatawan muslim. Baca Juga: AirNav Kembali Perpanjang Penutupan Bandara Soetta hingga Senin (7/9) Pukul 18.00 WIB "Secara umum, industri hotel dan pariwisata di Jawa Barat menyambut positif dan terus mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal," kata Dodi, kepada Kontan.co.id, Senin (7/9).
PHRI Jabar Nilai Target Wajib Halal pada Oktober 2026 Masih Realistis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menyambut positif implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku pada Oktober 2026. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi menyatakan, sertifikasi halal bagi industri hospitality tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi. Sertifikasi halal juga menjadi bagian dari peningkatan quality assurance, customer confidence, serta daya saing destinasi pariwisata Jawa Barat, terutama dalam menangkap pasar wisatawan muslim. Baca Juga: AirNav Kembali Perpanjang Penutupan Bandara Soetta hingga Senin (7/9) Pukul 18.00 WIB "Secara umum, industri hotel dan pariwisata di Jawa Barat menyambut positif dan terus mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal," kata Dodi, kepada Kontan.co.id, Senin (7/9).