Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Taruhan, Nilai Judi Diproyeksi Tembus US$ 50 Miliar



KONTAN.CO.ID - Perhelatan Piala Dunia 2026 mencatatkan lonjakan luar biasa pada industri perjudian dan taruhan olahraga, bahkan sebelum babak gugur (knockout stage) dimulai.

Ekspansi jumlah tim peserta serta waktu sepak mula (kickoff) yang ramah pasar memicu ekspektasi tinggi bahwa ajang tahun ini akan menjadi acara taruhan terbesar sepanjang masa.

Baca Juga: Harga Tembaga Rebound, Potensi Kenaikan Fed Rate Tetap Membayangi


Dengan format baru yang mempertemukan 48 negara dalam 104 pertandingan, volume taruhan Piala Dunia 2026 diproyeksikan jauh melampaui edisi Qatar 2022.

Lonjakan ini didorong oleh regulasi perjudian yang lebih terbuka, variasi produk yang lebih mendalam, serta skala bisnis yang masif di Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu tuan rumah.

Melansir Reuters Kamis (25/6/2026), Flutter Entertainment, raksasa judi online yang membawahi merek populer seperti FanDuel, Paddy Power, dan Betfair menyatakan bahwa penambahan jumlah pertandingan memicu keterikatan (engagement) yang sangat kuat di pasar utama mereka, termasuk Inggris, Spanyol, Brasil, Australia, Kanada, dan AS.

"Kami memperkirakan Piala Dunia ini akan menjadi acara taruhan terbesar sepanjang sejarah berkat perluasan format dan keuntungan pelaksanaan di pasar utama kami, AS," ujar juru bicara Flutter.

Perusahaan memperkirakan akan melayani sekitar 10 juta pelanggan di berbagai platformnya, dengan lalu lintas taruhan mencapai 100.000 taruhan per menit pada momen-momen puncak pertandingan.

"Secara keseluruhan, kami memperkirakan nilai taruhan (staking) setidaknya akan berlipat ganda dibandingkan yang kami alami di Qatar."

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok ke Level Pra-Perang, Ini Pemicunya!

Nilai Taruhan Global Diproyeksi Tembus US$ 50 Miliar

Lembaga riset Macquarie memproyeksikan total nilai taruhan global untuk Piala Dunia kali ini akan menembus angka US$ 50 miliar (sekitar Rp 820 triliun), tumbuh signifikan dari US$ 35 miliar pada edisi 2022.

Pendorong utama lonjakan ini adalah perubahan lanskap regulasi di AS. Saat ini, akses ke taruhan legal telah menjangkau 65% dari total populasi AS, naik dari hanya sekitar 40% pada tahun 2022.

Baca Juga: Amazon Tambah Investasi US$ 13 Miliar di India: Kembangkan Cloud dan AI

Laporan dari beberapa firma taruhan terbesar di dunia menunjukkan tren pertumbuhan yang eksponensial pada pekan pertama turnamen:

  • FanDuel & DraftKings: Menghadirkan rekor volume taruhan (handle) dan jumlah pelanggan aktif tertinggi dalam sejarah perusahaan saat laga pembuka tim AS dan Brasil.
  • DraftKings: Mencatat lonjakan handle hingga 5 kali lipat dibandingkan fase awal Piala Dunia 2022.
  • Deutsche Bank: Memproyeksikan perputaran uang taruhan khusus di pasar AS saja bisa mencapai US$ 3,3 miliar, dipimpin oleh FanDuel dan DraftKings—hampir dua kali lipat dari proyeksi ajang Super Bowl tahun ini.
Baca Juga: Harga Emas Tekanan ke Level Terendah 7 Bulan, Terseret Spekulasi Kenaikan Fed Rate

Tantangan Mempertahankan Pelanggan Jangka Panjang

Meskipun aktivitas pasar taruhan sangat tinggi, industri ini menghadapi tantangan besar untuk mengonversi euforia sesaat menjadi keterikatan pelanggan dalam jangka panjang.

Macquarie mencatat bahwa turnamen sepanjang 39 hari ini lebih berfungsi sebagai sarana menjaring konsumen baru (user acquisition) ketimbang pendorong pendapatan jangka pendek.

Untuk menarik minat pemain, banyak perusahaan yang menawarkan promo agresif, seperti peningkatan nilai kemenangan (odds boosts) hingga fitur transfer taruhan pemain jika pemain pilihan mereka digantikan di tengah laga.

Baca Juga: Proyeksi Kinerja Micron Optimistis: Indeks Nikkei Jepang Cetak Rekor Penutupan Baru

Agresivitas ini membawa konsekuensi pembayaran (payout) yang besar bagi korporasi:

  • bet365 (Inggris) melaporkan telah membayar klaim taruhan sebesar £30 juta (US$ 39,5 juta) dalam 11 hari pertama, akibat skema pergantian pemain yang memicu gol dari pemain seperti Crysencio Summerville (Belanda) dan Marcus Rashford (Inggris).
  • William Hill mencatat pembayaran hingga ratusan ribu poundsterling berkat gol pertama Lionel Messi, serta pembayaran jutaan poundsterling dalam waktu singkat saat Meksiko mencetak gol pertama melawan Afrika Selatan. Laga Inggris melawan Kroasia (4-2) juga tercatat sebagai acara taruhan terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.
"Dampak finansial jangka panjang bagi emiten taruhan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka mengubah para pemain musiman ini menjadi petaruh multi-olahraga yang loyal setelah Piala Dunia usai," tulis riset Macquarie.