Piala Dunia Genjot Kredit Elektronik FIF



JAKARTA. PT Federal International Finance (FIF) mengincar pembiayaan baru elektronik sebesar Rp 1,3 triliun. Angka ini naik sekitar 38,64% dibandingkan total pembiayaan baru tahun lalu yang mencapai Rp 950 miliar.

Direktur Pemasaran FIF Hendry Christian Wong mengatakan, yakin potensi pembiayaan elektronik sangat besar tahun ini. "Potensi utamanya tentu dari data base nasabah yang sudah kami miliki,” kata Hendry, pekan lalu.

Hendry mengungkapkan, data base FIF mencapai 3 juta nasabah yang aktif. Bila digabung dengan data base yang sudah lunas ada lebih dari 6 juta nasabah. Hendry bilang, hingga akhir Mei lalu, pembiayaan baru elektronik FIF mencapai Rp 480 miliar. Pencapaian itu naik sekitar 20% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Pihak FIF menyadari, pencapaian hingga Mei itu jaraknya masih cukup jauh dari yang ditargetkan tahun ini. Pencapaian itu belum dapat separuh dari angka yang ditargetkan FIF. "Tahun ini kan target kami Rp 1,3 triliun. Tapi kondisi itu wajar saja. Sebab biasanya pada semester II, permintaan akan barang-barang elektonik akan lebih banyak bila dibandingkan pada semester I seperti sekarang ini, ” jelasnya.

Hendry menjelaskan, umumnya permintaan akan naik pada bulan-bulan menjelang lebaran atau memasuki bulan puasa. "Mungkin pada bulan Agustus permintaan akan mulai banyak. Selain momen lebaran, momen lainnya seperti menjelang akhir tahun atau bulan Desember permintaan juga akan lebih banyak sebab banyak yang dapat tunjangan hari raya (THR),” jelas Hendry.

Selain itu, tahun ini FIF juga akan diuntungkan dengan Fenomena Piala Dunia yang jatuh pada bulan Juni ini. “Pada kesempatan ini permintaan LCD TV bakal naik. Sekarang ini permintaan sudah mulai banyak. Apalagi nanti kalau pertandingan sudah masuk ke babak perempat final, bisa lebih tinggi lagi permintaan LCD,” ungkap Hendry. Dengan didukung aneka momen potensial tahun ini, tak heran juga bila FIF optimis bisa meraih target tahun ini.

Untuk produk elektronik, produk yang menuai permintaan cukup tinggi adalah produk home appliances. Misalnya saja produk mesin cuci, lemari es, AC, dan televisi.

Hendry bilang, kredit produk home appliances memang mendominasi dari total kredit elektronik FIF. Pembiayaan pada produk tersebut mencapai 60% sampai 70% dari total pembiayaan. Selain itu, pembiayaan variasi seperti furniture, laptop, audio juga akan mendukung target pembiayaan FIF sampai akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa