Pidato di WEF 2026, Prabowo Sebut Tak Pandang Bulu Soal Korupsi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi korupsi dan praktik melanggar hukum di Indonesia. 

Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026)

Prabowo bilang, pemerintah tidak akan pandang bulu dalam melakukan penegakan hukum. Hal itu sudah dibuktikan melalui upaya pemerintah dalam menyita 4 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal yang beroperasi di Indonesia.


"Saya menyebut ini bukan usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas. Saya menyebutnya secara terang-terangan ini ekonomi keserakahan, ekonomi ketamakan, ekonomi dengan praktik yang rakus,” ujar Prabowo dipantau secara daring, Jum'at (23/1/2026). 

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Danantara Siap Jadi Mitra Strategis Investasi Global di WEF 2026

Menurutnya, hasil nyata dari penegakan hukum telah dicapai termasuk dengan turunnya tingkat kemiskinan ekstrem ke level terendah dalam sejarah. Pemerintah pun menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.

“Itulah misi saya sekarang untuk membuat rakyat Indonesia yang paling miskin, yang paling lemah, tersenyum. Saya pikir sebagian dari itu adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan wewenang,” tandasnya. 

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan bahwa Indonesia membuka diri bagi investasi global, tetapi dengan satu syarat yang tidak bisa ditawar: supremasi hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat. 

Ia juga meyakini bahwa kepastian hukum ini akan membawa uiklim investasi yang lebih sehat di Indonesia. 

“Tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan,” kata Prabowo.

Prabowo pun menyampaikan komitmennya untuk memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu dan berada di atas segala kepentingan. 

Sejak tahun 2025 lalu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia secara terbuka dan tegas menghadapi persoalan korupsi. 

“Kami bertekad untuk memerangi korupsi ini secara langsung. Ini tantangan. Tidak banyak orang yang percaya kita bisa melakukannya, tetapi kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik, saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” imbuhnya. 

Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF 2026: Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Selanjutnya: Bulog Kebagian 70% Kuota MinyaKita BUMN, Setara 700.000 KL per Tahun

Menarik Dibaca: Diskon Pepper Lunch 50%: BRI Beri Promo Kilat 3 Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News