Pigijo (PGJO) masih membukukan rugi Rp 1,75 miliar per Juni 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan platform digital yang menyediakan jasa rencana perjalanan PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) alias Pigijo masih membukukan kerugian. 

Pada laporan keuangan per Juni 2019, rugi periode berjalan Pigijo mencapai Rp 1,75 miliar. Jumlah rugi tersebut meningkat dari posisi semester I-2018 yang tercatat rugi Rp 415,93 juta. 

Sementara itu, pada Juni 2018 Pigijo belum membukukan pendapatan. Sedangkan pada Juni 2019 Tourindo membukukan pendapatan Rp 36,18 juta. Dalam prospektus dijelaskan, perusahaan ini belum membukukan pendapatan di Juni 2018 lantaran, pada bulan yang sama website Pigijo baru soft launching


Baca Juga: Jadi emiten pertama di papan akselerasi, Pigijo targetkan cetak laba pada 2026

Hal yang sama juga menyebabkan kerugian meningkat. "Penyebab utama peningkatan kerugian adalah dimulainya operasional perusahaan pada Juni 2018 yang merupakan soft launching dari website Pigijo, hal ini menyebabkan kenaikan biaya operasional yang signifikan," tulis manajemen. 

Berkaca dari kondisi perusahaan tersebut, usai penawaran umum perdana, Direktur Utama Pigijo Claudia Ingkiriwang menargetkan perusahaan bisa mencetak laba di tahun 2026. "Jadi kami sudah membuat sebuah proyeksi bisnis yang hati-hati namun sustain agar di tahun keenam bisa mencatatkan laba. Tahun keenam setelah pencatatan," jelas Claudia, Rabu (8/1). 

Baca Juga: Melantai sebagai emiten pertama papan akselerasi, harga saham Pigijo (PGJO) naik 10%

Sebagai langkah awal, Claudia menargetkan Pigijo bisa mencapai target 180.000 transaksi. Sekitar 80% dari jumlah transaksi tersebut dilakukan oleh wisatawan mancanegara (wisman). Pigijo juga menargetkan pertumbuhan pendapatan di tahun 2020 mencapai 120%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati