KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (
PANI) mencatatkan lonjakan kinerja di sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun lalu perusahaan pengembang properti di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 ini mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 83% secara year on year (yoy). Kenaikan laba bersih ini berkat realisasi pendapatan PANI di tahun lalu yang juga tumbuh 42% secara tahunan menjadi Rp 4,3 triliun. “Pertumbuhan kinerja tersebut didukung oleh total aset sekitar Rp 50 triliun serta
land bank seluas 1.838 hektare, kami optimistis PIK2 terus berkembang sebagai kawasan kota mandiri modern berskala besar,” terang Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (13/3/2026). Kinerja ini juga diikuti oleh ekspansi margin yang konsisten di seluruh lini produk, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 60% dan margin laba bersih mencapai 27%, mencerminkan keberhasilan strategi pengembangan produk beragam di kawasan PIK2.
Baca Juga: Bakal Buyback Saham Rp 4 Triliun, Begini Rekomendasi Saham Alamtri Resources (ADRO) Struktur pendapatan ini mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas bisnis dan hunian di kawasan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan fungsi residensial dan komersial. Menurut Sugianto, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas kawasan yang semakin baik, termasuk akses menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui Tol Kataraja, akan mempercepat pertumbuhan aktivitas bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di kawasan ini. “Kami optimistis PIK2 akan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujar Sugianto. Pertumbuhan segmen residensial tersebut antara lain didorong oleh serah terima berbagai proyek hunian seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, Pasir Putih Residences, serta Sapporo Residences, yang dikembangkan untuk mendukung pengembangan kota mandiri yang liveable dengan ekosistem hunian, bisnis, dan gaya hidup di kawasan PIK2. Sepanjang tahun 2025, produk komersial juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan PANI antara lain antara lain melalui pengembangan SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, serta Rukan Marina Bay, yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan aktivitas bisnis dan perdagangan di kawasan tersebut. Dari sisi fundamental keuangan, PANI mencatatkan neraca yang sangat sehat dengan posisi net cash sebesar Rp 3,8 triliun, dengan total pinjaman bank sebesar Rp 550 miliar, mencerminkan profil leverage yang sangat konservatif serta fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sementara total aset yang meningkat ditopang dari peningkatan investasi properti terkait dengan pembangunan Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Selain itu, perusahaan ini memiliki cadangan lahan seluas sekitar 1.838 hektare yang tercatat sekitar Rp 37 triliun setara dengan harga perolehannya, memberikan visibilitas pengembangan jangka panjang serta mendukung pipeline proyek PANI di masa mendatang. Dengan land bank yang luas dan skalabilitas pengembangan kawasan PIK2 yang besar, PANI memiliki modal yang besar untuk terus mengembangkan berbagai proyek residensial, komersial, serta destinasi gaya hidup yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Ke depan, PANI optimis PIK2 akan terus memperkuat perannya sebagai kawasan terpadu yang semakin dinamis seiring dengan berkembangnya aktivitas hunian, bisnis, pariwisata, dan gaya hidup dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Hal ini didukung konektivitas strategis menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui Tol Kataraja serta lokasinya di kawasan pesisir utara Jakarta dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
Baca Juga: Harga Minyak WTI Turun, Izin Ekspor Rusia Picu Pasokan Tambahan PIK2 memiliki prospek yang kuat untuk berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus kota pesisir modern yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News