Pilarmas Sekuritas memproyeksi IHSG menguat pada perdagangan Kamis (5/9)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 8,07 poin atau naik 0,13% ke level 6.269,67 pada perdagangan hari Rabu (4/9) kemarin. Sektor pertambangan dan perdagangan bergerak positif menjadi kontributor terbesar pada IHSG. Masing-masing sektor mengalami kenaikan 1,16% dan 0,73%. Sementara, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 843 miliar.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas menilai salah satu faktor adalah kabar dari China. Kabinet China memberikan isyarat akan mengurangi Giro Wajib Minimum yang bertujuan untuk menstimulus ekonomi China yang melambat.

Dewan Negara China juga menyerukan akan memotong rasio cadangan. Terlebih lagi Bank Sentral China selalu mengikuti permintaan dari Dewan Negara China. Menurut Nico, itu sangat bertolak belakang dengan yang terjadi antara Presiden AS Donald Trump dan Federal Reserve.


Baca Juga: Begini proyeksi pergerakan IHSG menurut 10 analis

Sebelumnya, bank Sentral China memangkas Giro Wajib Minimum pada bulan Januari, setelah pengumuman yang sama dilakukan oleh Dewan Negara di bulan Desember. Tindakan tersebut muncul setelah banyak ekonom dan analis yang memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan China tahun 2020 menjadi di bawah 6%.

Kabinet China juga mengumumkan agar melakukan percepatan terhadap proses obligasi daerah atau municipal bond. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong daerah dapat membayar pengeluaran infrastruktur dan memberikan dukungan ekonomi China secara internal.

Rencananya, China akan menginvestasikan dana dari municipal bond itu ke sektor transportasi, energi, pertanian dan kehutanan, pendidikan, serta perawatan medis. Sementara, China merilis data PMI Manufaktur yang naik dari 49,9 poin menjadi 50,4 poin di bulan Agusuts. PMI sektor jasa China di bulan yang sama juga mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham ADHI, HOME dan KLBF untuk hari ini

Pilarmas Investindo menilai penguatan tersebut dapat menjadi pemicu bagi pasar saham Asia untuk bergerak menguat hingga akhir pekan ini.

Selain itu, ada kabar dari Hong Kong. Setelah tiga bulan masa protes, akhirnya Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akan mengumumkan penarikan resmi undang-undang ekstradisi yang memicu kerusuhan berbulan-bulan hingga mengakibatkan krisis terburuk dalam beberapa dekade. Berarti satu dari lima tuntutan pengunjuk rasa segera terpenuhi. Pengumuman itu lantas membuat indeks utama bursa Hong Kong, yaitu Hang Seng melonjak 3,9% pada perdagangan kemarin.

Sementara di Indonesia, Debuti Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa bank sentral melihat ada potensi BI akan memangkas kembali tingkat suku bunga acuan. Tujuan pemotongan itu untuk mendorong pertumbuhan di sektor utama ekonomi Indonesia, terutama manufaktur. Tak sampai disitu, BI juga akan menindaklanjuti penyesuaian kebijakan makroprudensial guna meningkatkan likuiditas sehingga bank dapat memberikan pinjaman.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Masih Akan Bergerak Menguat

Pilarmas Investindo menilai faktor-faktur tersebut yang memicu IHSG memiliki peluang bergerak menguat pada perdagangan Kamis (5/9). IHSG juga dapat diperdagangkan di level 6.240 - 6.310.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati