Layangan berukuran besar berwarna-warni tergantung di dinding sejumlah kios penjualan layang-layang di Desa Lodtunduh, Ubud, Bali. Warnanya yang semarak serta bentuknya yang beraneka ragam memanjakan mata pengunjung yang melihat. Sebagian layang-layang raksasa juga terlihat tergeletak di lantai menunggu proses penyelesaian sebelum siap di jual di depan kios. Pemandangan seperti ini lumrah terlihat di wilayah yang telah menjadi sentra penjualan layang-layang raksasa di Bali sejak 15 tahun silam tersebut. Sebelumnya, wilayah Sanur yang menjadi pusat pembuatan dan penjualan layangan raksasa yang kerap digunakan dalam festival layang-layang di pulau Dewata. Namun, seiring perkembangan properti di sana, para perajin dan penjual layang-layang beralih profesi dengan bekerja di hotel-hotel. Perlahan, Lodtunduh kemudian menjadi pusat produksi dan penjualan layangan hingga kini. Made Mawa, salah satu perajin layang-layang di sentra ini mengatakan, penjual layang-layang dari Kuta dan Ubud umumnya kini mengambil barang dari tempat ini. Lodtunduh menjadi salah satu desa di Kecamatan Ubud yang menjadi sentra produksi dan penjualan layang-layang.
Pilih-pilih layangan raksasa di Bali (1)
Layangan berukuran besar berwarna-warni tergantung di dinding sejumlah kios penjualan layang-layang di Desa Lodtunduh, Ubud, Bali. Warnanya yang semarak serta bentuknya yang beraneka ragam memanjakan mata pengunjung yang melihat. Sebagian layang-layang raksasa juga terlihat tergeletak di lantai menunggu proses penyelesaian sebelum siap di jual di depan kios. Pemandangan seperti ini lumrah terlihat di wilayah yang telah menjadi sentra penjualan layang-layang raksasa di Bali sejak 15 tahun silam tersebut. Sebelumnya, wilayah Sanur yang menjadi pusat pembuatan dan penjualan layangan raksasa yang kerap digunakan dalam festival layang-layang di pulau Dewata. Namun, seiring perkembangan properti di sana, para perajin dan penjual layang-layang beralih profesi dengan bekerja di hotel-hotel. Perlahan, Lodtunduh kemudian menjadi pusat produksi dan penjualan layangan hingga kini. Made Mawa, salah satu perajin layang-layang di sentra ini mengatakan, penjual layang-layang dari Kuta dan Ubud umumnya kini mengambil barang dari tempat ini. Lodtunduh menjadi salah satu desa di Kecamatan Ubud yang menjadi sentra produksi dan penjualan layang-layang.