Pilih-pilih reksadana jagoan tahun 2017



JAKARTA. Dalam kurun beberapa hari lagi, kita akan menyongsong tahun 2017. Apa saja produk reksadana yang layak dikoleksi?

Wawan Hendrayana, Senior Research & Investment Analyst PT Infovesta Utama memproyeksikan, pada tahun 2017, jenis reksadana berbasis saham luar negeri (offshore) yang paling menggiurkan. Terutama produk reksadana yang mengalokasikan dana pada saham-saham dari negeri Paman Sam.

Maklum, kepemimpinan Donald Trump berpotensi mengerek suku bunga acuan Federal Reserve lebih agresif lagi. Beberapa waktu lalu, Federal Reserve menyampaikan peluang kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2017. Saat ini suku bunga acuan AS berkisar 0,5% - 0,75%.


Apalagi Trump berencana menggenjot belanja negara dan memangkas pajak. Jika terwujud, perekonomian AS berpeluang melaju di waktu mendatang. "Tahun depan offshore lebih menarik daripada yang lokal. Secara umum AS cukup baik untuk diinvestasikan," terangnya.

Sementara performa Eropa cenderung stagnan. Untuk kawasan Asia Pasifik, saham-saham perusahaan Jepang juga menarik karena sudah mapan. Namun, investor patut mencermati pergerakan Yen Jepang. Status negeri sakura yang tergolong negara eksportir membuatnya sangat terpengaruh pergerakan kurs.

Di sisi lain, saham-saham Malaysia dan Singapura yang berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga potensial. Ini ditopang oleh tren kenaikan harga komoditas. Wawan meramal, reksadana berbasis saham AS akan mendulang rata-rata return 10% - 11% sepanjang tahun 2017.

Sementara rata-rata return reksadana saham lokal diprediksi mencapai 9% - 11% tahun depan. Tren rendahnya suku bunga acuan dalam negeri masih akan menyokong bursa saham domestik. Ada beberapa sektor saham yang patut digenggam.

Pertama, sektor defensif semisal konstruksi. Kedua, sektor komoditas yang tengah berbalut tren kenaikan harga. Ketiga, sektor keuangan dengan valuasinya yang sudah menarik. Serta sektor infrastruktur yang ditopang program pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia.

Senior Research Analyst pasardana.id Beben Feri Wibowo berpendapat, reksadana saham dalam negeri yang bakal meraup cuan paling atraktif tahun depan. Sebab, fundamental ekonomi domestik berpeluang membaik di tahun 2017. "Karakteristik pasar juga lebih dikenal. Pemantauan atas underlying-nya juga lebih terjangkau," tuturnya.

Menurut Beben, ada beberapa sektor saham yang potensial tahun depan. Pertama, sektor mining. Dengan catatan, pemerintah China belum memutuskan untuk menggenjot atau menambah jam kerja operasional tambang batubara.

Tren pergerakan harga minyak pasca pembekuan juga akan menopang kiberja sektor tambang. Namun, investor wajib waspada karena kebijakan kadangkala bersifat dinamis.

Kedua, sektor defensif semisal konsumer maupun telekomunikasi. Sebab, paket kuota bukan lagi gaya hidup, melainkan termasuk salah satu kebutuhan hidup. Ini juga disokong oleh transportasi online.

Ketiga, sektor properti, konstruksi dan keuangan yang tertopang oleh kebijakan pemerintah semisal pembangunan infrastruktur dan tren suku bunga rendah.

Editor: Yudho Winarto