Pilot baru Cardig dari negeri seberang



JAKARTA. Meski bisnis penerbangan di Tanah Air sedang lesu, investor asing tetap tergiur prospek bisnis pendukung sektor ini. Lihat saja, baru-baru ini, Singapore Airport Terminal Services Ltd (SATS), entitas jasa layanan penerbangan besar asal Singapura, memborong 41,65% saham emiten penyedia jasa logistik transportasi di Indonesia, PT Cardig Aero Service Tbk (CASS).Melalui dua anak usahanya, yakni Cemerlang Pte Ltd (Cemerlang) dan SATS Investment Pte Ltd (SATS Investment), SATS memborong 41,65% saham CASS senilai total Rp 1,1 triliun. Transaksi itu berlangsung pada 20 Februari 2014.Puncak Cemerlang BV menjual 21,65% saham CASS kepada SATS Investment dan 16,32% kepada Cemerlang Pte Ltd di harga Rp 1.275 per saham. Cemerlang juga membeli 3,68% saham CASS dari Bintang Nusantara Limited dengan harga yang sama.Sebelum melihat lebih jauh prospek bisnis CASS, mari kita intip lebih dulu identitas penguasa baru CASS. SATS merupakan penyedia jasa layanan dan makanan dalam penerbangan yang sudah berbisnis sekitar 60 tahun. Wajar saja jika kini SATS menjadi penyedia utama dalam gateway services dan food solutions di Singapura.Bisnis food solutions SATS meliputi katering bagi pesawat, distribusi makanan dan logistik, katering industri, dan layanan laundry. Bisnis SATS menggurita di kawasan Asia Pasifik, termasuk menjajal bisnis kesehatan.Sedangkan untuk gateway services, SATS melayani airfreight, bagasi, ramp handling, layanan penumpang, keamanan penerbangan, kargo, gudang, dan manajemen terminal.CASS sendiri memiliki bisnis yang tidak jauh beda dengan induk barunya. Emiten yang dikomandoi Nurhadijono Nurjadin ini menyediakan layanan katering penerbangan dalam negeri, yang mulai beroperasi sejak dibukanya Bandara Internasional Soekarno Hatta tahun 1984.Saat ini, CASS memiliki lima anak perusahaan yang menyediakan berbagai layanan dalam aviation support dan food solutions. Kelima anak usaha CASS tersebut adalah PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS), PT JAS Aero Engineering (JAE), PT Citra Anugrah Sarana Catering (CASC), PT Citra Anugerah Sarana Boga (CASB), dan PT Purantara Mitra Angkasa Dua (PAMD).Salah satu anak usaha CASS, yakni JAS merupakan operator ground and cargo handling pertama di Bandara Soekarno Hatta. Perusahaan iniĀ  melayani lebih dari 30 operator maskapai domestik maupun internasional pada 11 bandara utama di Indonesia. Sementara JAE yang berdiri tahun 2003, bergerak di bidang jasa perawatan pesawat dan perbaikan teknis.Selanjutnya ada CASB, anak usaha CASS yang membidani perdagangan bahan makanan. Kini CASB menjadi perusahaan katering penerbangan kedua terbesar di Indonesia.Adapun CASC menyediakan layanan katering yang mengkhususkan diri dalam industri pertambangan, migas di daerah terpencil. Sampai saat ini, CASC melayani sejumlah perusahaan tambang besar seperti PT Berau Coal, PT Mandiri Inti Perkasa, PT Pama Persada, PT Dharma Henwa Tbk, dan PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk.Tahun ini, CASS akan menggenjot lini bisnis food solution yang sedang bertumbuh. Untuk itulah Sekretaris Perusahaan CASS, RA Widianawati dalam keterbukaan resmi beberapa waktu lalu menyatakan, CASS telah memberikan pinjaman kepada tiga anak usaha, yakni CASB, CASC, dan PMAD senilai maksimal Rp 85 miliar.Riset dua Analis Philip Capital, Joshua Tan dan Richard Leo, yang terbit pada 21 Februari 2014, menyatakan bahwa akuisisi SATS terhadap CASS dapat memperluas jangkauan bisnis CASS serta memperkuatĀ  bisnis JAS. Alhasil, hubungan kerjasama yang memang telah tercipta kuat sebelumnya, akan menimbulkan sinergi positif bagi setiap perusahaan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Yuwono Triatmodjo