Pilpres Peru: Keiko Fujimori Pimpin Survei, Putaran Kedua Hampir Pasti



KONTAN.CO.ID - Pemilihan presiden di Peru semakin memanas jelang hari pencoblosan. Kandidat sayap kanan, Keiko Fujimori, tercatat memimpin sejumlah survei terbaru.

Berdasarkan laporan Reuters pada 5 April, tidak ada satu pun dari total 35 kandidat yang diperkirakan mampu meraih suara lebih dari 50% hanya sepekan sebelum pemilu digelar.

Artinya, peluang besar mengarah pada putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni mendatang.


Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia April 2026: Elon Musk Memimpin dengan Rp13.700 Triliun

Elektabilitas Fujimori Stabil

Survei yang dirilis oleh Datum International menunjukkan bahwa Keiko Fujimori meraih tingkat dukungan sebesar 14,5%.

Angka ini naik dari sebelumnya 13%, memperkuat posisinya di puncak.

Putri dari mendiang presiden Alberto Fujimori ini kembali mencalonkan diri untuk keempat kalinya. Di usia yang baru 50 tahun, ambisi Keiko untuk mengikuti jejak ayahnya masih belum surut.

Di posisi kedua, nama Carlos Alvarez mencuat sebagai kejutan. Mantan komedian tersebut berhasil meningkatkan elektabilitasnya menjadi 10,9% dari sebelumnya hanya 6,9%.

Sementara itu, mantan wali kota Lima dari kalangan sayap kanan, Rafael Lopez Aliaga, justru mengalami penurunan. Ia kini berada di posisi ketiga dengan 9,9%, turun dari sebelumnya 11,7%.

Dua lembaga survei lain yakni Ipsos Peru dan Peruvian Market Research Company juga menempatkan Fujimori di posisi teratas.

Jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan juga masih cukup signifikan. Sekitar 16,8% responden mengaku belum memilih kandidat, meski angka ini sudah menurun dari sebelumnya 23,9%.

Baca Juga: Paus Leo Akhirnya Serang Trump, Vatikan Ambil Sikap Tegas

Kandidat Lain Masih Punya Peluang

Sejumlah kandidat lain juga masih bersaing dengan elektabilitas satu digit tinggi. Mereka antara lain sosiolog sentris Jorge Nieto, mantan wali kota Lima Ricardo Belmont, anggota parlemen kiri Roberto Sanchez, serta tokoh progresif Alfonso Lopez Chau.

Nama Lopez Chau sebelumnya sempat menempati posisi kedua dalam beberapa survei awal. Namun, memasuki awal April, posisinya merosot dan kini berada di kisaran peringkat keempat hingga ketujuh.

CEO Datum International, Urpi Torrado, menilai dinamika pemilu kini telah berubah. Menurutnya, pertarungan tidak lagi berfokus pada pemilih yang belum menentukan pilihan.

"Pertarungan kini terjadi antar kandidat. Untuk meningkatkan elektabilitas, mereka harus merebut suara dari pesaing," ujarnya.

Dengan selisih yang tipis antar kandidat dan jumlah pemilih mengambang yang masih cukup besar, peta politik Peru menjelang pemilu tetap dinamis dan sulit diprediksi.

Baca Juga: Menlu Meksiko Mundur karena Kesehatan, Intip Profil Calon Penggantinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News